Presiden Joko Widodo saat kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Presiden Joko Widodo saat kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

Jokowi Dorong Modernisasi Industri Pertanian

Ekonomi pertanian teknologi pertanian presiden jokowi
Antara • 03 April 2019 13:11
Sragen: Presiden Joko Widodo mendorong modernisasi industri pertanian Indonesia. Hal ini agar memenuhi kebutuhan nasional dengan cepat dan mampu bersaing secara global.
 
"Sekarang zaman moderen, dari zaman kecil saya di desa kalau habis panen pasti di-jereng (jemur) di pelataran, ini harus diubah, penggilingan harus memiliki dryer (pengering)," kata Presiden Jokowi saat silaturahim dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Perkumpulan Penggilingan Padi dan pengusaha Beras (Perpadi) di Sragen, Jawa Tengah, Rabu.
 
Ia pun menawarkan untuk menjembatani Perpadi dengan pihak bank guna mencarikan jalan keluar bagi modernisasi industri pertanian nasional.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini kan kita sudah berpuluh-puluh tahun yang namanya menjemur padi di jalan, di pelataran berpuluh-puluh tahun. Masa kita enggak ingin berubah sih," katanya.
 
Lebih lanjut, Presiden menjanjikan pertemuan antara Gapoktan, Perpadi, Bulog dan pihak bank di Istana Kepresidenan usai pemilu.
 
"Jadi nanti saya akan atur setelah 17 April untuk bertemu dengan bank agar ada pinjaman bank sehingga seluruh penggilingan padi ini memiliki dryer," katanya.
 
Menurut Jokowi, modernisasi ini penting, bukan hanya untuk urusan padi tapi urusan jagung yang juga bermasalah. "Kualitasnya turun gara-gara hanya dijemur tidak masuk ke dryer. Ini sudah kita lalui bertahun-tahun masa kita teruskan," kata Jokowi.
 
Dengan modernisasi industri pertanian, dalam kondisi cuaca seperti apapun kualitas produk pertanian dapat dijaga.
 
Tidak hanya masalah pengeringan, Presiden juga berharap setiap penggilingan padi memiliki mesin pengemasan yang modern.
 
"Penggilingan padi sudah ada mesin kemasannya. Penting sekali sehingga keluar dari mesin itu sudah dalam bentuk kemasan-kemasan yang siap dijual atau dipakai sendiri," katanya.
 
Presiden menjelaskan bahwa kemasan yang baik akan membuat produk pertanian memiliki merek yang bisa mengangkat nama daerah masing-masing.
 
"Jadi semuanya nanti ada tulisan di Sragen. Misalnya ada merek, diberi mereknya apa, dari kecamatan mana, mereknya apa, mereknya biar muncul, Sragennya muncul," jelasnya.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif