Persoalan <i>Stunting</i> jadi Kendala Pemenuhan Modal Manusia
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Nusa Dua: Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara mengatakan persoalan gangguan tumbuh kembang anak atau stunting menjadi salah satu hambatan Indonesia dalam pemenuhan isu modal manusia.

"Pekerjaan Rumah (PR) besar kita di stunting karena masih ada persoalan kapasitas orang berkembang dan tingkat kecerdasan," kata Suahasil, seperti dikutip dari Antara, di Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018.

Suahasil menjelaskan untuk mengatasi persoalan ini membutuhkan kerja sama multi sektoral, tidak hanya di satu bidang, namun juga sinergi terutama pada sektor kesehatan maupun pendidikan. Selain itu, idealnya penanganan masalah stunting tidak hanya dilakukan setelah sang anak lahir, namun ikut diupayakan ketika si ibu belum mengalami kehamilan.

"Kita ingin si ibu pada saat muda, tidak sakit-sakitan, karena nanti berpengaruh ke anaknya. Kita ingin semua sehat agar ketika ibu mengalami proses melahirkan, anak yang dilahirkan juga sehat," ujarnya.

Sebelumnya, Bank Dunia meluncurkan laporan Human Capital Index atau Indeks Modal Manusia yang bermanfaat untuk mengukur upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam laporan tersebut, Indonesia berada peringkat 87 dari 158 negara, dengan nilai 0,53 dalam skala 0-1, dengan satu menjadi nilai terbaik.

Ukuran penghitungan meliputi tiga kriteria, yakni kelangsungan hidup (akankah anak-anak yang lahir hari ini bertahan hidup hingga mereka mencapai usia sekolah?), pendidikan (berapa banyak masa sekolah yang akan mereka selesaikan dan berapa banyak yang akan mereka pelajari?), kesehatan (apakah mereka akan meninggalkan bangku sekolah dengan kesehatan yang baik, siap untuk belajar lebih lanjut dan/atau bekerja saat mereka dewasa?).

Menurut kriteria tersebut, jika skor suatu negara, misalnya, 0,5, berarti individu dan negara secara keseluruhan kehilangan setengah potensi ekonomi masa depan mereka. Dengan penilaian ini berarti pemerintah perlu meningkatkan investasi yang efektif untuk meningkatkan kualitas modal manusia melalui kesehatan dan pendidikan demi daya saing ekonomi Indonesia.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id