Jika Keputusan Impor Beras Terlambat, RI Bisa Senasib dengan Filipina

Eko Nordiansyah 24 Oktober 2018 19:57 WIB
beras impor
Jika Keputusan Impor Beras Terlambat, RI Bisa Senasib dengan Filipina
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Dok: Kemenko Perekonomian.
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut, keputusan impor yang dilakukan pemerintah pada awal tahun sudah tepat. Pasalnya jika impor beras tidak dilakukan maka Indonesia bisa senasib dengan Filipina yang mengalami lonjakan inflasi.

"Kamu tahu itu di Filipina mereka enggak mau impor tahun ini. Kamu tahu, dalam sebulan inflasi Agustus, boom! di atas enam persen," kata dia ditemui di Kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Oktober 2018.

Dirinya menambahkan inflasi Filipina biasanya hanya berkisar sekitar dua persen saja. Namun karena lonjakan inflasi hingga enam persen, membuat pemerintahnya panik sehingga diharuskan mencari beras di tengah situasi yang menurut Darmin sudah terlambat.

Berbeda dengan Indonesia, yang memutuskan kebijakan impor sejak awal tahun. Saat itu, harga beras sudah meningkat sejak akhir tahun lalu, sehingga pemerintah mengambil langkah cepat untuk menugaskan Perum Bulog untuk membuka keran impor sebanyak 1,8 juta ton beras.

"Kita rapat Januari, kita baru bisa memutuskan waktu itu stok 580 ribu atau berapa lah itu, karena ada yang bilang kita mau panen raya di Maret pasti surplus. Ayo kita tunggu sampai akhir Maret, enggak naik kan? Harus dinaikkan impornya. Jadi, impor itu kalau perlu, udahlah impor itu bukan barang haram," jelasnya.

Untuk itu, Darmin mengakui perbaikan perhitungan data produksi beras oleh Badan Pusat Statistik (BPS) membuat pemerintah lebih tepat mengambil kebijakan. Data BPS memperkirakan produksi beras nasional sampai dengan akhir tahun 32,42 juta ton, atau surplus 2,85 juta ton.

"Kalau akhir tahun ini, kita sudah bisa review situasinya seperti apa. Oke neraca kaya begini, situasi kaya begini maka ada impor atau tidak akan bisa diambil posisinya. Walaupun tentu akan kita cek dulu di Maret, karena itu panen raya," pungkas dia.






(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id