RupiahPlus Dorong Produktivitas UMKM Bali
Ilustrasi fintech. FOTO: Medcom.id/Rizal.
Jakarta: Perusahaan Financial Technology (Fintech) RupiahPlus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil  dan Menengah (UMKM) di Bali. Fintech diyakini dapat menjadi jembatan bagi UMKM dan masyarakat yang tidak memiliki akses ke lembaga keuangan konvensional untuk meningkatkan produktivitasnya.
 
Chief Corporate Communications Officer RupiahPlus Randy Salim mengatakan pihaknya mendukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencapai target 75 persen masyarakat memiliki akses ke industri keuangan pada 2019.
 
“Kehadiran kami di Bali untuk menyosialisasikan jasa pinjaman cepat dan terpercaya yang disediakan untuk masyarakat. Mereka yang ingin membuka usaha atau mengembangkan UMKM, atau untuk bantu membayar uang sekolah, biaya berobat, atau kebutuhan sehari-hari lainnya,” kata Randy dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 24 Oktober 2018.
 
Randy yakin acara `Fintech Days 2018` yang diselenggarakan OJK di beberapa titik di Denpasar dan Kuta dari 25-27 Oktober dapat menyosialisasikan keuntungan fintech dan khususnya peer-to-peer lending ke masyarakat Bali.
  
“Kami sudah hadir di 488 kota di seluruh Indonesia. Kami adalah salah satu platform kredit tanpa jaminan di Indonesia. Masyarakat dapat mengajukan pinjaman sepenuhnya melalui aplikasi ponsel,” ujar Randy. 

Baca: Perusahaan Peer to Peer Lending Terus Bertambah

Dia mengungkapkan, melalui aplikasi ponsel RupiahPlus, pengguna dapat menyelesaikan seluruh proses pengajuan, pencairan pinjaman, dan pengembalian pinjaman. “Tidak perlu jaminan, cukup dengan KTP dapat mengajukan pinjaman tunai Rp800 ribu - Rp1,5 juta dengan jangka waktu jatuh tempo 14 hari,” katanya.
 
Randy mengatakan, sejak April 2017 pinjaman yang sudah diberikan mencapai sekitar Rp2,5 triliun. “Untuk Provinsi Bali sampai saat ini mencapai Rp4,5 miliar,” ujar Randy.





(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id