Mendorong UMKM <i>Go</i> Global
Trade Expo Indonesia (TEI) 2018. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank terus menggenjot para pelaku UMKM Indonesia agar berorientasi ekspor.

Tak hanya itu, LPEI juga menyiapkan calon-calon eksportir yang handal dan tangguh sebanyak mungkin, baik ekspor langsung maupun tidak langsung dan siap bersaing di pasar global.

Upaya yang dilakukan yakni meningkatkan kapasitas UKMM untuk memasuki pasar global melalui kegiatan jasa konsultasi, yaitu berupa program Coaching Program for New Exporters (CPNE).

Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly mengatakan target CPNE tahun ini adalah 100 UKM yang GoLive di marketplace global dan menyiapkan banyak pelaku usaha menjadi eksportir.

"Untuk 2019, LPEI akan menggandakan jumlah UKM yang GoLive sebanyak 200 UKM," kata Sinthya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 26 Oktober 2018.

LPEI pun memfasilitasi UKM binaan dan nasabah UKM untuk bertemu dengan calon pembeli di Trade Expo Indonesia (TEI) 2018. UKM binaan merupakan peserta CPNE yang telah mendapatkan pelatihan serta pendampingan dari LPEI selama satu tahun ini.

Dia mencontohkan, salah satu pelaku UKM ekspor yang mengikuti TEI 2018 yaitu produsen perhiasan Runa Jewelry. Perusahaan ini menjadi peserta CPNE sejak dua tahun lalu sehingga kini mampu meningkatkan pemasaran produknya di pasar global.

Desainer dan Owner Runa Jewelry Xenia Palar menambahkan program CPNE berdampak positif bagi perusahaan. Selama mengikuti CPNE, Runa Jewelry mampu meningkatkan kemampuan dalam mengelola perusahaan.

Demikian juga dengan meningkatnya kemampuan dalam mengelola website, serta manajemen keuangan. Berbagai pengetahuan tersebut diperoleh dari seminar-seminar yang dilakukan oleh LPEI selama program CPNE.

"Kemampuan ini penting bagi perusahaan sehingga lebih leluasa merambah ke pasar global," ujar Xenia.

Setelah mengikuti CPNE, Runa Jewelry mampu memasarkan produknya ke luar negeri melalui berbagai pameran. Berbagai keuntungan yang diperoleh oleh Runa Jewelry, antara lain mendapatkan booth gratis serta dapat terhubung dengan calon pembeli dari luar negeri.

Perusahaan ini juga memperoleh pembiayaan dari LPEI ungtuk memperkuat permodalan sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksinya serta mampu merambah pasar luar negeri di kawasan Asia.

UKM Bertemu Calon Pembeli

TEI 2018 ditargetkan diikuti oleh 1.110 peserta dengan jumlah 28 ribu pengunjung. Pada 2017, sekitar 40 persen UKM CPNE menjadi eksportir setelah mengikuti TEI. Pengunjung berasal dari kalangan investor, importir, distributor, wholesaler, retailer, buying agent, serta pengunjung umum.

LPEI pun memfasilitasi 44 UKM mitra binaan siap ekspor. UKM tersebut berkategori multi produk, yaitu handicraft, serta garment dan food & beverage.

Pada TEI 2018, Runa Jewelry berkesempatan memasarkan produknya di luar negeri. Setelah mengikuti TEI 2018, perusahaan mendapatkan penawaran untuk mengikuti pameran yang akan digelar di Kedutaan Besar Italia dan Athena pada tahun depan.

Material yang digunakan Runa Jewelry berasal dari emas dan perak. Selain itu batu-batuan maupun mutiara yang dipergunakan dalam hiasan jewelry tersebut berasal dari daerah-daerah yang ada di Indonesia, seperti Jawa, Bali, dan Sumatera.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id