Pemerintah Diminta Jamin Relaksasi DNI Tak Gerus UMKM

Desi Angriani 22 November 2018 17:26 WIB
daftar negatif investasi
Pemerintah Diminta Jamin Relaksasi DNI Tak Gerus UMKM
Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah menjamin relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) tidak akan mereduksi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pasalnya, relaksasi tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi Penanaman Modal Asing (PMA).

"Mereka jelaskan kebijakan ini tidak mereduksi UMKM, tapi sosialisasi tidak berjalan baik. Buat kami saja butuh waktu untuk menyamakan persepsi," kata Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani saat ditemui di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 22 November 2018.

Rosan mengungkapkan salah satu kebijakan dalam paket XVI itu telah menimbulkan kegaduhan di kalangan pelaku usaha. Mereka khawatir para investor asing akan menyerbu sektor-sektor yang tidak memerlukan PMA seperti bidang usaha warnet, rajutan, bordir, dan renda hingga sablon dan percetakan.

Padahal bidang usaha yang memiliki nilai investasi di bawah Rp10 miliar tidak bisa dimasuki PMA. Tujuan dikeluarkannya usaha warnet dan usaha kecil lainnya agar sektor tersebut bisa dimasuki oleh masyarakat tanpa memerlukan izin dari BKPM.

"Ternyata ini lebih ke masalah perizinan. Sebetulnya asing tidak bisa masuk, karena asing investasi di bawah Rp10 miliar tidak bisa masuk," ungkap dia.

Menurutnya kesalahpahaman itu terjadi karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah terhadap dunia usaha. Bahkan pemerintah tidak melibatkan himpunan pengusaha maupun asosiasi pengusaha Indonesia dalam perumusan paket kebijakan XVI itu.

Sementara isi paket kebijakan itu, katanya sangat bersinggungan dengan pembukaan kesempatan bagi penanaman modal dalam negeri (PMDN) termasuk UMKM dan koperasi agar masuk ke seluruh bidang usaha.

"Jadi kita beri masukan setelah pemerintah melakukan sosialisasi. Kita akan beri masukan tertulis dari semua asosiasi industri," pungkasnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id