NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma.
Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma.

Akibat Korona, BNI Hati-hati Salurkan Kredit

Ekonomi bni Virus Korona
Eko Nordiansyah • 20 Februari 2020 19:53
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mewaspadai dampak penyebaran virus korona terhadap kinerja perseroan tahun ini. BNI mengaku akan berhati-hati dalam menyalurkan kredit, khususnya kepada sektor yang terdampak langsung penyebaran virus korona.
 
Wakil Direktur Utama BNI Anggor Eko Cahyo mengatakan, beberapa sektor mesti diwaspadai terdampak langsung virus yang pertama kali menyebar di Wuhan Tiongkok ini. Misalnya saja sektor manufaktur, kesehatan, maupun pariwisata yang mengalami tekanan akibat virus korona.
 
"Ekspansi seperti dibilang tadi kita akan tetap prudent lah. Manufaktur, kesehatan, pariwisata terdampak, tapi bukan berarti tidak ada peluangnya," kata dia di Menara BNI, Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan, BNI tetap berharap kinerja pertumbuhan kredit tahun ini akan sesuai dengan target yang ditetapkan. Meski lebih konservatif dibandingkan tahun lalu, Anggoro optimistis kredit BNI tetap bisa optimal.
 
"Targetnya (pertumbuhan kredit) 10 sampai 12 persen. Kalau dibandingkan tahun lalu lebih konservatif. Angka itu sudah mempertimbangkan dampak virus korona," jelas dia.
 
Selain itu, BNI mewaspadai ancaman korona terhadap kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL). Berdasarkan faktor eksternal maupun internal selama 2020 ini, BNI menargetkan NPL sebesar 2,2 persen.
 
"Assesment saat ini kami lihat NPL 2,0 sampai dengan 2,2 persen. Tentu saja siapkan beberapa strategi hadapi situasi terbutuk. Ekspansi prudent di sektor-sektor terdampak tapi tetap ekspansi," pungkasnya.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif