NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Ekspor-Impor Indonesia Tak Terpengaruh Korona

Ekonomi pertumbuhan ekonomi Virus Korona ekspor-impor covid-19
Nur Azizah • 14 Februari 2020 11:40
Jakarta: Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga Bea dan Cukai Syarif Hidayat menampik ekspor-impor Indonesia lesu karena virus korona. Menurut dia, turunnya angka ekspor-impor dikarenakan siklus tahunan usai Tahun Baru Imlek.
 
"Data ekspor dan impor yang kami amati dengan melihat tren Desember hingga Januari dari tahun ke tahun tidak ada perubahan signifikan tahun ini," kata Syarif di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Februari 2020.
 
Ia menyebut setiap dua minggu sebelum maupun sesudah Imlek selalu terjadi penurunan. Sehingga kelesuan di sektor mikro itu merupakan hal wajar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, Syarif membeberkan persentase negara pengimpor. Dia mengakui Tiongkok menjadi negara impor terbesar dengan persentase 27 persen. Negara kedua Singapura yakni 10 persen, disusul Jepang dan Korea Selatan.
 
Ekspor-Impor Indonesia Tak Terpengaruh Korona
Ilustrasi. Foto: dok MI.
 
Namun faktanya, dari 2018 hingga Februari 2019, impor share Tiongkok meningkat 28 persen. Bahkan naik menjadi 30 persen di Februari 2020.
 
"Tapi ini memang data yang ada saat ini. Belum ada pengaruh dari kejadian virus korona. Lalu bagaimana ke depannya? Kami tetap akan melakukan monitoring," ujar dia.
 
Syarif tak membantah bila terjadi penurunan di sektor ekspor dan impor. Namun, belum bisa dipastikan penurunan itu lantaran virus Covid-19 atau bukan.
 
"Kalau turun belum bisa dibilang karena virus korona. Barang impor dari laut. Prosesnya cukup panjang. Lebih dari satu minggu sehingga efek dari korona belum kelihatan," pungkas dia.
 

 

(ADN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif