Wamen Budi Gunadi Sadikin. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Wamen Budi Gunadi Sadikin. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Wamen Ingin Telkom Lampaui Spotify

Ekonomi spotify kementerian bumn
Annisa ayu artanti • 12 Februari 2020 13:08
Jakarta: Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin ingin perusahaan pelat merah berbenah dalam hal inovasi bisnis dan produk. Jika tidak, perusahaan BUMN akan kalah dengan perusahaan-perusahaan asing seperti iTunes dan Spotify.
 
Dia menyebut salah satu yang saat ini disorotinya adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero) atau Telkom. Menurutnya, perusahaan penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi pelat merah ini belum banyak melakukan inovasi dalam kegiatan bisnisnya sehingga kinerjanya belum optimal.
 
"Saya kasih contoh industri yang sangat maju dan besar Telekomunikasi Indonesia. Perusahaan besar, profitnya di atas Rp20 triliun, tapi revenuenya flat, EBITRA marginnya terdepresiasi," kata Budi di JCC Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Budi sebagai pejabat BUMN sendiri mengakui karena minimnya inovasi produk perusahaan BUMN, dia pribadi lebih banyak mengeluarkan uang untuk membiayai aplikasi-aplikasi hiburan daripada mengeluarkan biaya untuk produk bisnis telekomunikasi. Mulai dari Spotify, Google Drive, dan Itunes.
 
"Kadang kalau stres saya main Candy Crush, saya spend more money, dari pada saya bayar bisnis komunikasi infrastruktur yang dibangun dengan ratusan triliun setiap tahunnya, dibandingkan saya bayar ke Telekomunikasi Indonesia," ungkapnya.
 
Budi mengungkapkan dirinya sama seperti konsumen lainnya, yang pola konsumsinya telah bergeser ke hiburan digital seiring majunya teknologi. Fenomena ini, diminta Budi menjadi perhatian bagi perusahaan-perusahaan pelat merah.
 
Dia menekankan, jangan sampai perusahaan BUMN gulung tikar akibat lamban dalam merespons perubahan zaman.
 
"So mulai terjadi infleksi itu, saya bilang mereka kalau kita tak gesit melihat dan mengantisipasi jangan-jangan terjadi seperti Aquarius atau Bluebird. Di mana kita terlambat bertindak mengantisipasi terjadinya infleksi yang mana peradaban manusia ke depannya berubah," tukasnya.
 

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif