President Director AP II Muhammad Awaluddin. Medcom.id/Husen Miftahudin
President Director AP II Muhammad Awaluddin. Medcom.id/Husen Miftahudin

AP II Cari Mitra Strategis Kembangkan Bandara Kualanamu

Ekonomi bandara kualanamu angkasa pura ii
Husen Miftahudin • 10 Februari 2020 16:48
Tangerang: PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II sedang mencari mitra strategis untuk pengembangan dan pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu. Perusahaan BUMN pengelola bandara Indonesia bagian barat itu ingin menjadikan Bandara Kualanamu sebagai hub penerbangan internasional menggantikan Bandara Soekarno-Hatta.
 
President Director AP II Muhammad Awaluddin menargetkan penyampaian dokumen penawaran dari calon mitra strategis untuk pengembangan dan pengelolaan Bandara Kualanamu rampung akhir Juni 2020. Hari ini, AP II merilis amandemen Dokumen Permintaan Proposal (Request for Proposal/RfP) yang merupakan versi pembaruan dari yang pernah diterbitkan pada 9 Juli 2019 lalu.
 
Calon mitra strategis kemudian akan mengirimkan proposal resmi kepada perseroan dengan merujuk pada amandemen Dokumen RfP tersebut. Ada 39 perusahaan yang sudah tertarik dan mengirimkan Letter of Interest (LoI) untuk menjadi mitra strategis pengembangan dan pengelolaan Bandara Kualanamu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hari ini kami merilis amandemen RfP agar mereka segera mengajukan proposal penawaran resmi. Kami targetkan rangkaian seleksi untuk mendapat mitra strategis berkelas dunia ini tuntas pada kuartal IV-2020," ujar Awaluddin dalam konferensi pers Strategic Partnership Bandara Kualanamu di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin, 10 Februari 2020.
 
Adapun 39 perusahaan yang sudah mengirimkan LoI tersebut berasal dari Asia Timur, Asia Barat, kawasan ASEAN, hingga Eropa. AP II dan mitra strategis nantinya akan menjadi pemegang saham di PT Angkasa Pura Aviasi.
 
Awaluddin menyebutkan, PT Angkasa Pura Aviasi nantinya akan mengelola Bandara Kualanamu dengan masa konsesi 25 tahun. Komposisi kepemilikan saham di PT Angkasa Pura Aviasi terdiri dari PT Angkasa Pura (minimum 51 persen) dan mitra strategis (maksimum 49 persen).
 
"AP II menjadi pemegang saham mayoritas di PT Angkasa Pura Aviasi sehingga memegang kendali terkait dengan berbagai rencana pengembangan dan pengelolaan Bandara Kualanamu. Kami memastikan Bandara Kualanamu akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Indonesia," tegas Awaludin.
 
Setelah masa konsesi selesai, maka hak pengelolaan beserta aset yang ada akan dikembalikan ke AP II sepenuhnya. Menurut Awaluddin, skema strategic partnership dalam pengembangan dan pengelolaan Kualanamu ini mendatangkan berbagai keuntungan bagi perseroan dan Negara.
 
"Keuntungan dari strategic partnership ini adalah adanya Foreign Direct Investment (FDI) ke Indonesia yang terdiri dari capex commitment dan upfront payment, pengembangan aset di Kualanamu, serta pengembangan 3E yaitu Expansion the traffic, Expertise sharing, dan Equity partnership dengan tujuan menjadikan Bandara Kualanamu sebagai internasional airport hub di kawasan barat Indonesia," ungkap dia.
 
Saat ini, jumlah penumpang Bandara Kualanamu sebanyak delapan juta hingga 11 juta per tahun. Dengan pengembangan ini diharapkan kapasitas terminal penumpang Bandara Kualanamu secara bertahap meningkat hingga mencapai 40 juta penumpang per tahun.
 
"Melalui pengembangan yang masif, Bandara Kualanamu yang saat ini mendapat status Bintang 4 dari Skytrax diposisikan sebagai hub penerbangan internasional di masa mendatang. Saat ini sendiri sudah tersedia lahan seluas 200 hektare (ha) untuk berbagai pengembangan," pungkas Awaluddin.

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif