"Bantuan dana ini untuk membangun sejumlah sarana seperti tempat ibadah, pelayanan kesehatan, dan lainnya," kata Gatot, dalam rilisnya yang diterima Metrotvnews.com, Minggu (11/12/2016).
Selain bantuan uang tunai, Semen Indonesia juga membantu alat berat. Diantaranya satu unit eskavator, dua unit masing-masinh dump truck dan kendaraan operasional untuk mempercepat proses evakuasi dan pembersihan puing-puing bangunan akibat gempa.
Menurut Gatot, bantuan tersebut merupakan kepedulian Semen Indonesia Group kepada masyarakat Aceh, khususnya korban gemba bumi di tiga daerah tersebut. Bantuan ini juga bagian dari program BUMN Hadir Untuk Negeri yang digagas Kementerian BUMN, dimana Semen Indonesia ditunjuk sebagai koordinator perusahaan untuk menghimpun bantuan yang kemudian diserahkan kepada korban gempa.
"Dengan adanya bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban para korban yang sampai saat ini masih berada di lokasi pengungsian," ujarnya.
Tak hanya itu, Semen Indonesia juga membuka rumah sakit di lapangan, bagi korban yang mengalami patah tulang dan lainnya. Ada tiga dokter spesialis tulang, dua dokter anastesi, perawat serta 19 dokter spesialis dari berbagai bidang. "Rumah sakit kami pusatkan di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya dan Sigli, Kabupaten Pidie. Namun tim juga bergerak ke titi-titik tertentu yang membutuhkan bantuan," terangnya.
Setelah evakuasi korban dan runtuhan bangunan, lanjut Gatot, pihaknya juga akan membantu rekonstruksi memperbaiki rumah korban.
"Perusahaan telah menyiapkan 1.000 ton semen yang ditempatkan di Packing Plant Malahayati, Aceh Besar. Semen Indonesia setiap hari juga akan mensuplai air bersih sebanyak 5.000 liter dengan menggunakan tiga unit kendaraan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News