Kementerian Perdagangan (Kemendag). dan BULOG laksanakan MoU. MTVN/Dian Ihsan Siregar.
Kementerian Perdagangan (Kemendag). dan BULOG laksanakan MoU. MTVN/Dian Ihsan Siregar.

Kemendag: Kerja Sama Bulog dan ADDI Turunkan Harga Daging Jadi Rp80 Ribu/Kg

Dian Ihsan Siregar • 21 Desember 2016 17:48
medcom.id, Jakarta: Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) bersama Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) menjalankan kerja sama kemitraan pendistribusian daging. Dengan adanya kerja sama ini, harapannya harga jual daging sapi maksimal bisa mencapai Rp80 ribu per kilogram (kg).
 
Kerja sama kedua belah pihak merupakan inisiasi dan fasilitas yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). Sebelumnya, Kemendag telah bertemu dengan asosiasi dalam menurunkan harga daging sapi menjelang Natal dan Tahun Baru 2017.
 
Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, fasilitas kerja sama kemitraan ini merupakan satu langkah bentuk konkret pemerintah dalam menurunkan harga daging sapi yang ada di pasar tradisional. Fasilitas ini juga sebagai upaya stabilitas harga daging untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. 

Dari kerja sama ini, Perum Bulog akan mempunyai peran sebagai penyedia stok daging. Sedangkan ADDI mempunyai tugas sebagai pelaku distribusi daging. 
 
"Kami harapkan nota kesepahaman ini bisa memberikan dampak nyata turunnya harga (daging) di pasar. Kami harapkan harga (sapi) tertinggi di tingkat konsumen mencapai Rp80 ribu per kg," tutur Enggar, ditemui di Gedung Kemendag, Jakarta, Rabu (21/12/2016).
 
Pada tahap awal kerja sama ini, Politisi dari Nasdem ini berharap bisa dijalankan di wilayah Jabodetabek. Kedua pihak tersebut bakal menyediakan dan mendistribusikan daging sapi ke pasar tradisional. 
 
"Kita akan bantu masyarakat untuk memperoleh daging dengan harga yang terjangkau," tutur Enggar.
 
Sebagaimana diketahui, Kemendag sudah bertemu dengan asosiasi distribusi daging. Hal itu dilakukan demi menjaga harga daging sapi di saat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017.
 
‎"Mengenai daging, kita bertemu ‎dengan asosiasi distribusi mengenai daging, menguasai lebih dari 300 pasar-pasar, kemudian juga dengan para importir dan juga Bulog," ucap Enggar.
 
Dari pertemuan tersebut, Enggar mengaku, Kemendag akan menyiapkan dua skema dalam mengendalikan harga daging di saat dua hari perayaan tersebut. Hal pertama, ‎dengan menyediakan daging beku dari berbagai negara seperti India, Australia dan Selandia Baru dengan harga sekitar Rp80 ribu per kg.
 
"Ada beberapa langkah yang kami lakukan, tapi belum bisa kami sampaikan di sini. Tapi kita lagi buat scheme, agar dua harga, dua jenis, yaitu daging begitu, bersama daging India, dan segala macem seluruh dunia yang ada, Australia, New Zealand, segala macam, yang average harga Rp80 ribu per kg," jelas Enggar.
 
Langkah kedua, ‎pastinya menyediakan daging segar yang dipasok dari dalam negeri. Harga daging ini diproyeksikan lebih mahal, bila dibandingkan daging beku. 
 
"Tapi dari sisi lain yang daging dari fresh itu, ada dibuat, akan kita buat. Lagi kita buat skemanya, dibuat rata-rata harga daging. Karena harga daging itu harus ada penyerapan daging lokal, dan akan dari bakalan (sapi)," papar Enggar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan