Ilustrasi. Antara/Eric Ireng
Ilustrasi. Antara/Eric Ireng

Rupiah Melemah, Biaya Produksi Semen Indonesia Meningkat

Mufti Sholih • 17 Desember 2014 19:01
medcom.id, Jakarta: Chief Executive Officer PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Ihyanizzaman menuturkan, biaya produksi PT Semen Indonesia mengalami kenaikan lantaran kurs rupiah anjlok. Dia menyebut, jika kurs rupiah melemah per Rp100 bisa berakibat pada kenaikan biaya produksi Rp15 miliar dalam sebulan.
 
"Ini memang perlu kita waspadai dan kita antisipasi karena dampak dari semua penurunan Rp100 per USD berdampak pada kenaikan biaya sekitar Rp14 miliar sampai Rp15 miliar per bulan," ujar Ihyaizzaman ditemui di Balai Kartini, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (17/12/2014).
 
Ihya mengaku, PT Semen Indonesia sudah melakukan antisipasi dari dampak tersebut. PT Semen Indonesia, sebut Ihya, sudah melakukan perhitungan terhadap dampak yang diakibatkan kenaikan nilai tukar dolar AS ini.

"Dulunya itu porsi valas kita ditotal biaya produksi sekitar 7 sampai 8 persen porsi biayanya. Namun untuk tahun depan karena kita ada beberapa tambahan impor semen untuk menutup kemungkinan demand ditahun depan porsinya bisa naik 9 dan 10 persen," ucap dia.
 
Lantaran hal itu, dia berharap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tak terjun kembali. Sebab, hal itu akan membuat biaya mereka naik.
 
"Mudah-mudahan saja dampak penurunan ini tidak terjadi lagi, temporer lah," tukasnya santai.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WID)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan