Co-Founder/CEO Habibi Garden Irsan Rajamin. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Co-Founder/CEO Habibi Garden Irsan Rajamin. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Produksi Cabai Bisa Naik 200% dengan IoT

Ilham wibowo • 12 Desember 2019 17:26
Jakarta: Pemanfaatan teknologi internet of thinking (IoT) telah dibuktikan bisa membantu meningkatkan produktivitas pertanian terutama jenis tanaman hortikultura. Keuntungan petani pun berlipat ganda dengan pengelolaan yang lebih efisien.
 
Co-Founder/CEO Habibi Garden Irsan Rajamin mengatakan pihaknya sudah memulai proyek penelitian pemanfaatan IoT di sektor pertanian sejak 2016. Saat ini, karya anak bangsa yang telah mendapatkan beragam penghargaan internasional tersebut telah dimanfaatkan secara komersial.
 
"Bertani dengan data, aplikasi IoT dalam pengembangan produk pertanian yang dikembangkan Habibi Garden bisa meningkatkan hasil panen," kata Irsan ditemui di Seribu Rasa, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Desember 2019.

Milenial penggerak pertanian ini menuturkan pihaknya memanfaatkan sensor canggih yang ditanam di area kebun atau ladang agar bisa mengukur kebutuhan air dan pupuk secara akurat. Penyaluran air pun bisa dilakukan dengan cara yang lebih efisien dengan memanfaatkan smartphone.
 
"Petani cabai di Bandung kami bantu dengan pemanfaatan teknologi untuk irigasi, mereka bisa hemat air hingga 70 persen," ungkapnya.
 
Teknologi Habibi Garden juga menyasar kearifan lokal terkait cara bertanam masyarakat di tiap daerah di Indonesia. Tantangan kepemilikan lahan petani yang tak terlalu luas serta kontur lahan yang berbukit pun bisa terpenuhi sesuai kebutuhan.
 
"Pengalaman kami petani cabai bisa 200 persen produksinya meningkat dan bahkan bisa lebih ditingkatkan lagi. Ketika merawat lebih intensif taman itu bisa berikan hasil yang baik dan dengan IoT agar lebih presisi mengelola efisiensi air ketika tanah kering," paparnya.
 
Petani milenial di Indonesia pun bisa bergabung terutama sebagai investor terhadap ladang pertanian di pedesaan. Monitoring bisa dilakukan baik petani maupun pemilik modal lantaran data sensor Habibi Garden bisa diakses secara terbuka.
 
"Ini magnet bagi generasi milenial kembali ke pertanian. Teknologi kami ini memungkinkan lahan bisa dimonitoring dari aplikasi sekaligus sebagai daya tarik investor untuk terjun di pertanian, mereka bisa berinvestasi di desa dengan teknologi ini," tuturnya.
 
Jaminan investasi pertaninan untuk balik modal dan memperoleh keuntungan pun bisa diprediksi lebih awal. Bahkan, pada saat kemarau pun panen masih bisa dilakukan lantaran nilai keuntungan lebih besar dari investasi yang dikucurkan.
 
"Garut itu petaninya hanya bisa di musim hujan, tapi dengan adanya teknologi ini dia berani beli air karena hemat 70 persen dan dengan investasi itu mereka tetap untung karena harga jual hasil panen yang lebih tinggi di saat musim kemarau," sebutnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan