Sebagai salah satu produsen logam mulia, CEO PT Sampoerna Gold Indonesia (SGI) John Aryananda mengaku menyadari tantangan tersebut. Pihaknya pun sudah menyiapkan teknologi yang bisa meyakinkan konsumen bahwa produknya asli.
"Logam mulia kami yang bernama Waris dilengkapi dengan teknologi QR Code yang tersemat pada bagian belakang kemasan. Sehingga pembeli Waris dapat mengecek keaslian label melalui aplikasi e-mas, kemudian mencocokannya dengan kode unik yang terukir pada badan emas," ujar John di Gedung Sampoerna Strategic, Jakarta, Rabu, 20 November 2019.
Dia juga menjelaskan bahwa security printing yang baik memiliki ciri tidak dapat dipalsukan, serta dapat dilacak. Secara umum, pemalsuan label dapat dicegah dengan memberikan empat lapisan keamanan, yaitu QR Code, label void, hologram dua warna, dan microporouse membrane. John mengklaim, Waris memiliki empat lapisan pengaman tersebut.
"Sampoerna grup sudah 100 tahun lebih usianya, jadi kita pertaruhkan nama perusahaan kita. Lagipula untuk desain keping agak complicated, untuk meniru pun tidak gampang," tuturnya.
John menyarankan konsumennya untuk tidak membuang kemasan yang membungkus emas Waris. Sebab, pada packaging terdapat barcode yang bisa discan guna menentukan keaslian emas. Barcode tersebut sama pada kode yang ada pada emas.
"Packaging dan emas harus jadi sebuah kesatuan. Jadi packaging harus menemani logam mulia saat penyimpanan maupun saat dijual. Tapi untuk yang kepengin menimbang emas tanpa lapisan penutup, tenang saja karena Waris dapat dibuka tutup kemasannya tanpa takut rusak," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News