Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Perusahaan Emas Diminta Tunduk Aturan Bappebti

Ekonomi bappebti
Husen Miftahudin • 14 Agustus 2019 15:45
Jakarta: Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengeluarkan peraturan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka. Aturan ini akan menjadi landasan operasional penyelenggaraan pasar fisik emas digital di bursa berjangka.
 
Personal Financial Planner sekaligus CEO One Shildt Budi Raharjo mengatakan beleid ini mengatur kelembagaan pasar fisik emas dengan persyaratan yang lebih spesifik (khusus) terkait kelembagaan. Termasuk mengatur persyaratan teknis emas yang dapat disimpan di tempat penyimpan emas yang mencakup standar mutu dan kemurnian.
 
Penerbitan peraturan tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka. Menurut Budi, regulasi itu dibutuhkan sebagai langkah perlindungan konsumen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika tidak, maka nanti bisa banyak menjamur tabungan emas digital bodong yang ini tentunya tidak kita harapkan," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Budi mengingatkan, dalam investasi emas digital, investor tidak pernah melihat bentuk fisik emas yang dibeli. Bahkan ukuran emas yang dibeli digital, secara fisik tidak ada. Misalnya pembelian emas seberat 0,01 gram.
 
Ini merupakan kelebihan investasi emas dalam bentuk digital. Konsumen bisa membeli emas dengan ukuran sesuai kemampuan, sehingga terhindar dari menunda berinvestasi karena alasan biaya.
 
"Namun, berarti perlu juga adanya jaminan bahwa emas tersebut memang hak milik investor dan sudah dibelikan dengan emas sesuai spesifikasi yang standar baik kadar, kualitas, maupun beratnya," tukasnya.
 
Dengan regulasi itu, maka lembaga penjual emas digital yang memiliki itikad baik akan memenuhi persyaratan dan mendaftarkan diri.
 
"Bayangkan jika investor berbondong-bondong melakukan investasi emas digital karena pamornya sedang naik, namun di kemudian hari saat investor ingin menarik dananya atau mendapatkan emas fisik karena sudah memenuhi gramase dari emas tersebut untuk dicetak harus kecewa karena standar mutunya rendah tidak sesuai dengan ekspektasi," tutur Budi.
 
Dia pun meminta para perusahaan emas digital sebaiknya mengikuti regulasi yang diterbitkan Bappebti pada Februari 2019 itu. Termasuk PT Pegadaian Galeri 24.
 
Sebelumnya, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Sahudi meminta Galeri 24 harus mendapatkan persetujuan atau izin dari Bappebti, sesuai Peraturan Bappebti Nomor 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.
 
"Galeri 24 tidak harus menjual emasnya melalui bursa berjangka, dia dapat menjual emasnya langsung kepada konsumen dengan sistem online yang dimilikinya, tetapi sistemnya itu harus terhubung dengan bursa berjangka dan melaporkan transaksinya," jelas dia.
 
Namun karena sistem transaksi atau perdagangan Galeri 24 dilakukan secara digital, maka perusahaan tersebut wajib mendapatkan persetujuan dari Bappebti.
 
Untuk mendapatkan persetujuan atau izin dari Bappebti, Galeri 24 harus memenuhi dan menyampaikan persyaratannya terlebih dulu. "Kalau sudah lengkap dan benar baru dapat persetujuan dari Bappebti," tutur Sahudi.
 
Direktur Utama PT Pegadaian Galeri 24, Arifmon sebelumnya mengatakan perusahaannya tidak wajib mendaftar ke Bappebti. Sebab, bisnis perusahaan itu belum masuk ke bursa berjangka.
 
"Saat ini bisnis Galeri 24 belum masuk ke bursa berjangka, jadi belum ada kewajiban mendaftar," jelas Arifmon.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif