Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Menggenjot Penetrasi Industri Pusat Kebugaran

Ekonomi startup pertumbuhan industri
Husen Miftahudin • 10 Oktober 2019 19:54
Jakarta: Kehadiran platform Doogether diyakini mampu meningkatkan penetrasi pasar dalam industri pusat kebugaran seperti gym dan fitnes. Apalagi penetrasi gym dan fitnes di Indonesia masih rendah dengan peningkatan penetrasi hanya 0,12 persen per tahun.
 
Saat ini, Indonesia masih berada di posisi Tier 3 dalam industri gym dan fitnes dunia dengan total pendapatan mencapai USD188 juta pada 2018. Di tahun yang sama, industri ini juga memiliki 320 ribu konsumen dan 1.700 klub.
 
CEO Doogether Fauzan Gani optimistis pihaknya mampu merealisasikan prediksi pendapatan industri pusat kebugaran di Indonesia yang pada 2030 dapat meraup USD8,7 miliar dengan 14,8 juta konsumen. Doogether juga saat ini tengah menjalankan beberapa program untuk menjangkau dan meningkatkan kualitas gaya hidup masyarakat Indonesia menjadi lebih sehat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal ini juga menjadi fondasi perusahaan untuk mencapai tujuan dengan skala yang lebih besar, yaitu mendorong dan mempercepat proses adopsi dan penetrasi gaya hidup yang lebih sehat ke dalam lingkungan masyarakat Indonesia dengan target peningkatan menjadi Tier 2 di 2025," ujar Fauzan dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Menurut Fauzan, industri pusat kebugaran merupakan salah satu industri yang sedang berkembang di tengah peningkatan pola hidup milenial. Kondisi tersebut membuat banyak kalangan memprediksi pasar gym dan fitnes di Indonesia meningkat menjadi lima persen dengan berada pada posisi Tier 2 pada 2030.
 
Berdasarkan survei Les Mills yang dirilis pada 2018, sebanyak 76 persen generasi milenial rutin berolahraga, minimal seminggu sekali. Sementara generasi X hanya 70 persen dan generasi baby boomers hanya 64 persen.
 
"Generasi milenial menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi akan pola hidup sehat jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya," terang dia.
 
Doogether merupakan platform olahraga yang memudahkan penggunanya mengakses informasi mengenai tempat-tempat berolahraga. Mulai dari harga, jenis olahraga yang dilakukan, schedule, foto, alamat, promo, event, rating, dan ulasan. Pengguna juga bisa menggunakan layanan Doogether untuk melakukan booking tempat olahraga yang bersangkutan atau langsung membeli paket-paket olahraga yang ditawarkan.
 
Saat ini, Doogether memiliki dua produk, yaitu DooFit dan DooFood. DooFit merupakan layanan pemesanan kelas olahraga melalui aplikasi dengan lebih dari 200 pusat kebugaran yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, dan Bali.
 
Sementara DooFood adalah layanan marketplace katering yang memungkinkan pengguna memesan beragam makanan dan minuman sehat melalui aplikasi Doogether. Sejak diresmikan pada 21 Agustus 2019, DooFood telah menggandeng sembilan merchant makanan dan minuman sehat kenamaan di Jabodetabek.
 
"Kami ingin mendorong semangat dengan menjadi 'Teman Hidup Sehat' bagi masyarakat Indonesia," pungkas Fauzan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif