Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan (kedua dari kiri). (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)
Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan (kedua dari kiri). (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)

Dorong Startup jadi Unicorn, CIMB Niaga Siapkan Rp300 Miliar

Ekonomi cimb niaga startup
Nia Deviyana • 27 Mei 2019 13:47
Jakarta: PT Bank CIMB Niaga (CIMB Niaga) bekerja sama dengan perusahaan investasi pinjaman ventura asal Singapura, Genesis Alternative Ventures (Genesis) memberikan pembiayaan kepada startup atau perusahaan rintisan.
 
Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan pembiayaan ini untuk mendorong startup berkembang menjadi unicorn.
 
"Dengan bantuan pembiayaan ini kita mau ciptakan unicorn-unicorn yang lebih banyak di Indonesia, mendorong startup agar bisa lebih besar dan berkembang," ujar Tigor usai penandatanganan nota kerja sama di Graha CIMB Niaga, Sudirman, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tigor tidak menampik banyak startup belum bisa mendulang untung. Bahkan, cenderung 'membakar duit'. Hal ini, kata Tigor, sudah dipikirkan untuk memitigasi kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).
 
"Jadi untuk memberikan pembiayaan kita juga tidak sembarangan. Harus dilihat track record-nya, pasarnya, bagaimana komitmennya jika diberikan pembiayaan, dan tentu kita analisis model bisnis mereka ke depan," terangnya.
 
Dalam kerja sama ini, CIMB Niaga dan Genesis menyediakan pembiayaan senilai Rp300 miliar yang difokuskan untuk perusahaan startup yang bergerak di bidang fesyen dan ritel, manufaktur, F&B, properti, kesehatan, keamanan digital, dan bisnis transportasi.
 
Tigor menuturkan skema pembiayaan ini dapat menjadi alternatif bagi perusahaan startup yang kekurangan arus kas dan tidak dapat memenuhi kriteria tradisional pinjaman perbankan. "Hal ini juga melengkapi pembiayaan modal ventura sekaligus mengisi ruang yang selama ini tidak terlayani perbankan," kata dia.
 
Pengamat ekonomi digital Heru Sutadi sebelumnya sempat mengatakan jumlah startup unicorn di Indonesia akan terus bertambah seiring dengan program 1.000 startup yang dicetuskan pemerintah.
 
Akan tetapi program tersebut harus dibarengi dengan ekosistem pendukung maupun regulasi yang mampu mendorong pertumbuhan bisnis startup.
 
"Perlu ekosistem dan dukungan terutama dari pemerintahnya, infrastruktur, regulasi yang mendukung," katanya saat dihubungi Medcom.id, belum lama ini.
 
Pesatnya perkembangan ekonomi digital telah mengantarkan empat perusahaan startup Indonesia masuk dalam jajaran unicorn Asia Tenggara atau perusahaan startup yang bernilai di atas USD1 miliar yakni Go-Jek, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka. Bahkan, Go-Jek belum lama ini berganti status ke level decacorn atau startup dengan valuasi lebih dari USD10 miliar.
 
Sedikitnya 44 perusahaan startup di Tanah Air tengah bersaing memperebutkan gelar unicorn. Mereka bergerak di bidang teknologi jasa pendidikan (edutech), teknologi jasa konsultasi kesehatan (healthtech) dan teknologi jasa keuangan (fintech).
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif