Whatsaao. Dok : AFP.
Whatsaao. Dok : AFP.

BI: WhatsApp Harus Tunduk Aturan Indonesia

Ekonomi bank indonesia
Husen Miftahudin • 22 Agustus 2019 20:40
Jakarta: Bank Indonesia (BI) meminta setiap perusahaan yang ingin memperluas layanan elektronik di Tanah Air harus tunduk terhadap aturan yang berlaku di Indonesia. Tak luput bagi pelaku asing, termasuk perusahaan layanan percakapan instan terkemuka dunia, Whatsapp.
 
"Whatsapp itu pelaku asing. Semua pelaku asing apapun namanya harus tunduk aturan di Indonesia dan harus mau adopsi sistem di Indonesia," tegas Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di kantor pusat Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Agustus 2019.
 
Ketentuan yang dimaksud ialah aturan yang terkait Pemrosesan Transaksi Pembayaran (PTP) seperti tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Pemrosesan Sistem Pembayaran. Jika intensi Whatsapp ingin menjadi Perusahaan Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) di Indonesia, maka harus berbadan hukum dan meminta izin dari BI sebagai otoritas resmi sistem pembayaran.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain PBI PTP tersebut, terdapat beberapa ketentuan menyangkut bisnis sistem pembayaran di Indonesia, seperti halnya Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/8/PBI/2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional dan PBI Nomor 20/06/PBI/2018 tentang Uang Elektronik.
 
Perry bilang Bank Indonesia saat ini tengah mendorong akselerasi digital ekonomi keuangan. Bila ada perusahaan yang ingin menjadi PJSP, bank sentral akan mendukung. Termasuk mengupayakan percepatan proses dan pemberian perizinan.
 
"Saya mengharapkan kalau mengajukan izin, pelajari dulu persyaratannya, penuhi dokumen-dokumennya, baru kemudian menyampaikan. Jangan hanya permohonan saja tanpa melengkapi dokumen. Kalau tidak seperti itu akan memperlambat," tukasnya.
 
Ia pun mendesak Whatsapp untuk mempelajari segala ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan sebelum mengajukan permohonan untuk menjadi PJSP di Indonesia.
 
"Lengkapi dokumennya, baru kemudian disampaikan. Petugas-petugas kami betul-betul saya minta untuk memfasilitasi dan mempercepat proses perizinan," tutur dia.
 
Whatsapp sebelumnya ingin memperluas layanan dengan produk pembayaran elektronik ke Indonesia. Whatsapp dikabarkan menyasar Indonesia sebagai negara kedua setelah India untuk meluncurkan produk pembayaran Whatsapp Payment yang akan bekerja sama dengan dompet digital.
 
Seperti dilaporkan Kantor Berita Reuters, WhatsApp dikabarkan bakal menyediakan layanan pembayaran di Indonesia. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu pun sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan tiga PJSP ternama di Indonesia, seperti GoPay, OVO, dan DANA.
 
Sumber yang dikutip Reuters dalam informasi itu juga menyebutkan Whatsapp, perusahaan yang di bawah naungan Facebook itu sedang berdiskusi dan kesepakatan dengan ketiga PJSP Indonesia bisa menemui titik temu dalam waktu dekat.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif