Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Dody Edward (tengah). FOTO: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Dody Edward (tengah). FOTO: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Sarang Walet, Penggenjot Ekspor RI ke Tiongkok

Ekonomi ekspor kementerian perdagangan indonesia-tiongkok Sarang Burung Walet
Ilham Pratama Putra • 01 November 2019 18:26
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjadikan produk makanan sarang walet menjadi alat penggenjot ekspor Indonesia ke Tiongkok. Sarang walet diyakini mampu mendongkrak pasar ekspor internasional.
 
"Ke depan kita mendorong produk yang spesifik, tapi tidak dimiliki orang lain. Contoh mendorong sarang walet," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Dody Edward di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Jumat, 1 November 2019.
 
Selain menjadi bahan makanan khas Indonesia, sarang walet juga memiliki nilai jual tinggi dan pasar yang istimewa.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harganya cukup mahal sarang walet ini. Sumber makanan yang istimewa di situ (Tiongkok) dan dikonsumsi kalangan istimewa yang makan di situ," lanjut Dody.
 
Dengan begitu ekspor burung sarang walet pun akan maksimal. Agar terus terjadi peningkatan, pihaknya juga akan mengundang Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia.
 
"Mengundang Tiongkok untuk investasi di sini. Sehingga katakan lah akan mendapat ikatan kualitas di sini, lalu diekspor lagi ke Tiongkok," kata dia.
 
Lebih lanjut Kemendag akan mengembangkan produk ekspor. Dia tidak ingin Indonesia hanya berfokus pada ekspor produk primer.
 
"Ke depan peningkatan produk ekspor yang berbasis manufaktur. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, seperti impor bahan baku. Sehingga nanti produk ekspor kita dari bahan baku bisa menjadi bahan sudah jadi," ujar Dody.
 
Pihaknya akan terus memasarkan produk dalam negeri lewat pameran-pameran di luar negeri. Teranyar, Indonesia akan mengikuti pameran importir China International Import Expo (CIIE) 2019 pada 5-10 November 2019.
 
"Berbagai produk hiqh equipment (dipamerkan), elektronik, mobil, aparel, aksesoris, produk kesehatan, termasuk juga sektor jasa," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif