"Panasonic berbeda dengan Toshiba dan Ford," ujar Gobel dalam pesan singkatnya kepada Metrotvnews.com, Rabu (3/2/2016).
Menurut mantan menteri perdagangan ini, yang dilakukan oleh Panasonic untuk pabrik lighting di Pasuruan dan pabrik lighting fixture karena adanya restrukturisasi dan rasionalisasi bisnis unitnya untuk produk alat-alat listrik demi meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
"Karena memang untuk pabrik lighting di Pasuruan sudah tidak mempunyai daya saing dengan produk-produk impor dari Tiongkok," jelas Gobel.
Dia menambahkan, demi mengatasi hal tersebut, sebagai gantinya untuk produk lighting, pihaknya membuat perusahaan yang lebih mempunyai nilai lebih.
"Panasonic tetap terus mempunyai optimisme dan komitmen untuk mengembangkan industrinya dengan memproduksi produk-produk yang mempunyai edit value di Indonesia," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Direktur Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) Ichiro Suganuma mengatakan kondisi pasar yang tidak memungkinkan membuat PT Panasonic Lighting Indonesia (PESLID) merestrukturisasi perusahaan dengan mengurangi karyawan pada Agustus 2015 silam, dari 600 orang karyawan menjadi 170 orang. Ini berarti PESLID telah mengurangi sebanyak 430 karyawan.
Aksi ini dilakukan sebelum PESLID digabungkan dengan PT Panasonic Gobel Eco Solution Manufacturing Indonesia (PESGMFID) pada 1 Januari 2016. Akibat dari penggabungan ini PESGMFID menutup satu pabriknya dan kini hanya memiliki dua pabrik, yakni di Pasuruan-Jawa Timur dan Cileungsi-Bogor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News