Ilustrasi (ANTARA FOTO/Tri SP)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Tri SP)

Industri Agro Alami Penurunan di Kuartal III-2015

Gervin Nathaniel Purba • 18 Desember 2015 20:37
medcom.id, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat telah terjadi penurunan pertumbuhan di industri agro sampai dengan kuartal III-2015. Salah satu industri agro yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah industri kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan, dan sejenisnya. 
 
Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto menjelaskan industri tersebut mengalami penurunan pertumbuhan sebanyak 1,54 persen sampai kuartal III-2015. "Terjadi penurunan dari periode yang sama di tahun lalu," ujar Panggah, saat ditemui di Kantor Kemenperin, Jakarta, Jumat (18/12/2015).
 
Menurutnya, penurunan industri tersebut bukan disebabkan oleh faktor kebakaran hutan yang sempat menghebohkan Tanah Air. Penurunan industri itu dikarenakan adanya transisi penerapan Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK).

"Masih terkendala dengan transisi penerapan SVLK untuk pasar Eropa, khususnya industri kecil dan menengah ke bawah," tuturnya.
 
Dalam hal ini, lanjutnya, pelaku industri kecil dan menengah mengalami kesulitan terkait memperoleh sertifikasi SVLK. Namun, pihak Kemenperin tengah berupaya bahkan sejak tahun lalu untuk membantu pelaku industri kecil dan menengah ke bawah perihal sertifikasi tersebut.
 
"Kita coba bantu untuk sertifikasinya itu. Kalau industri kecil kan tidak mampu biayanya, cukup lumayan besar," pungkasnya. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan