Diharapkan, rapat tahunan tersebut bisa membuahkan sejumlah program kerja yang bisa memperkuat peran dan posisi REI sebagai salah satu pemangku kepentingan (stakeholder) di sektor properti.
Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy mengatakan, kegiatan Rakernas akan menampung aspirasi-aspirasi dari anggota REI terhadap sejumlah persoalan yang terjadi di lapangan. Terutama dalam rangka partisipasi aktif anggota REI dalam mendukung program Sejuta Rumah yang dicanangkan pemerintah.
"Aspirasi anggota yang disampaikan dalam Rakernas menjadi masukan dalam rangka mengembangkan, meningkatkan dan memperkokoh REI," ujar Eddy melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (29/11/2015).
Tak hanya itu, lanjut dia, Rakernas REI akan didorong untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan perumahan yang layak dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Oleh karena itu, melalui Rakernas upaya tersebut diharapkan bisa diterjemahkan secara konkret ke dalam program-program yang dibahas bersama para pengurus dan anggota REI," papar Eddy.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Rakernas XVI REI Adrianto P Adhi mengungkapkan akan mengambil tema Mensinergikan Pembangunan Satu Juta Rumah , Peningkatan Investasi Properti dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan masukan kepada pemerintah terkait sejumlah kebijakan pembangunan perumahan dan permukiman.
Khususnya, jelas dia, kebijakan yang terkait proses perizinan, perpajakan, pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan aturan mengenai tata ruang.
Selain itu, diputuskan juga rencana detail program kerja organisasi setahun kedepan guna melengkapi program kerja tiga tahunan yang disusun pada saat Musyawarah Nasional.
Rakernas REI akan melibatkan seluruh fungsionaris DPP REI dan 34 DPD REI beserta seluruh anggota REI yang jumlahnya kurang lebih 3.000 perusahan yangtersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia.
Selain itu, Rakernas juga akan dihadiri Pejabat Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Anggota Legislatif dan stakeholder properti yang berjumlah kurang lebih 800 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News