"Kita tentu ada satu pemikiran untuk katakanlah misalnya membentuk Kawasan Khusus Digital. Itu tentu perlu dukungan semua kementerian yang terkait dengan itu," ujar Franky, dalam Diskusi Pakar Perlindungan Investor dan Kepastian Hukum dalam Berinvestasi di Wisma Bisnis Indonesia, Jalan KH Mas Mansyur No 12A, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015).
Menurutnya, kerja sama tersebut untuk mendorong industri digital dalam negeri dapat bersaing dengan industri digital global pada 2020. Langkahnya, yakni dengan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) terampil yang mampu meningkatkan industri digital nasional.
"Selain itu kita mengajak enterpreneur-enterpreneur Indonesia untuk masuk ke industri digital. Investasinya tentu berbeda-beda, tetapi intinya untuk memperkuat industri digital di dalam negeri," pungkas Franky.
Seperti diketahui sebelumnya bahwa delegasi Indonesia ditawari bantuan dari dua perusahaan raksasa Silicon Valley, yakni Facebook dan Microsoft. Microsoft menawarkan software gratis bagi 47 juta pelajar dan guru-guru di Indonesia.
Sedangkan Facebook, menawarkan peningkatan kapasitas bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) di desa terpencil. Untuk tahap awal, direncanakan peningkatan kapasitas tersebut untuk 500 UKM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News