Di Luar Perkiraan, Neraca Perdagangan April 2018 Defisit USD1,63 Miliar
Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto. Medcom/Kautsar.
Jakarta: Nilai neraca perdagangan Indonesia April 2018 mengalami defisit USD1,63 miliar. Hal tersebut karena nilai ekspor hanya mencapai USD14,47 miliar dari impor yang mencapai USD16,09 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto menjelaskan ekspor tersebut berasal dari produk nonmigas yang mengalami penurunan sebesar 6,80 persen atau turun sebesar sebesar USD13,28 miliar serta ekspor migas yang turun sebesar 11,32 persen atau USD1,19 miliar.

Sementara itu, impor yang mengalami kenaikan signifikan berasal dari produk nonmigas yang naik sebesar 12,68 persen atau USD13,77 miliar. Kemudian produk migas sebesar 3,2 persen USD2,32 miliar.

"Dengan menggabungkan total ekspor dan impor tersebut maka neraca perdagangan ini di luar ekspektasi, yaitu mengalami defisit USD1,63 miliar. Jadi neraca perdagangan pada April ini kembali defisit," ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Ia menambahkan, menurunnya nilai ekspor karena sektor nonmigas yang mengalami share terbesar 91,80 persen. Seperti sektor industri pengolahan yang secara month to month turun sebesar 4,83 persen, serta pertambangan dan lainya turun 16,03 persen. Namun sektor pertanian naik 6,11 persen.

"Sektor-sektor itu yang kemudian menyebabkan performa ekspor April 2018 mengalami penurunan dibanding Maret 2018, meski yoy (year on year) nya meningkat 9,01 persen," tuturnya

Dengan demikian, secara kumulatif, Suhariyanto mengatakan neraca perdagangan selama Januari-April 2018 mengalami defisit sebesar USD1,31 miliar. Total ekspor tercatat sebesar USD58,74 miliar dan impor USD60,05 miliar.

"Ke depan tentu kita berharap ekspor berkembang lebih bagus sehingga neraca perdagangan kita bisa kembali surplus," tutupnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id