Menperin Airlangga Hartarto. (FOTO: ANT/Wahyu Putro)
Menperin Airlangga Hartarto. (FOTO: ANT/Wahyu Putro)

Pemerintah Perluas Pasar Ekspor Produk Industri ke Norwegia

Desi Angriani • 18 April 2018 22:33
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian memperluas pasar ekspor bagi produk industri hingga ke Norwegia. Upaya itu dilakukan lewat penyelesaian perjanjian kerja sama Indonesia-European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EFTA CEPA). 
 
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan perundingan kerja sama itu akan rampung pada Mei mendatang setelah kedua negara sepakat untuk mempercepat finalisasi Indonesia-EFTA CEPA. Dalam kesepakatan itu, pihak Norwegia ingin pemerintah mempermudah impor bahan baku susu mereka ke Indonesia. 
 
“Selain itu, Norwegia meminta beberapa produk perikanan seperti salmon dan ikan cod bisa masuk ke pasar Indonesia dengan tarif rendah atau nol," ujar Airlangga dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 18 April 2018. 

Sebaliknya, Indonesia juga meminta kemudahan dalam akses ekspor produk industri nasional ke Norwegia terutama untuk jenis tekstil, pakaian, dan sepatu dengan tarif bea masuk rendah atau nol persen. 
 
"Saat ini, produk-produk dari Indonesia tersebut masuk ke Eropa masih kena tarif 10 hingga 20 persen," ungkap dia. 
 
Sementara itu, Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) I Gusti Putu Suryawirawan menyatakan, Kemenperin fokus mendorong perluasan pasar bagi produk industri, termasuk sektor padat karya yang berorientasi ekspor.
 
"Apabila Norwegia meminta kemudahan produk mereka bisa masuk ke sini, Menperin juga meminta agar produk dari Indonesia tidak dihambat di Norwegia," papar dia. 
 
EFTA merupakan sebuah blok dagang alternatif bagi negara-negara Eropa yang tidak bergabung dalam Uni Eropa. EFTA yang dibentuk sejak 1960 ini hanya beranggotakan empat negara yaitu, Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein.
 
Pada 2017, ekspor Indonesia ke negara-negara EFTA mencapai USD1,3 miliar, sementara impor dari empat negara tersebut sebesar USD1,1 miliar. Sehingga, neraca perdagangan Indonesia dengan EFTA masih mencatatkan surplus kurang lebih senilai USD200 juta.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan