Head of Partnership Business Manulife Indonesia Rudy Munardi memberikan beberapa tips agar setiap keluarga tidak mengalami kondisi "besar pasak daripada tiang" ini.
"Tentunya kita harus petakan. Ingat, pendapatan kita kalau dilihat di nomor rekening setiap bulan misalnya tanggal 25 atau tanggal 1, itu hanya satu. Tapi coba lihat tanggal-tanggal selanjutnya, pendebetannya, banyak sekali pengeluarannya," jelas dia, seperti dikutip dari program Cerdas 5 Menit Metro TV, Rabu 28 Juni 2017.
Rudy menyarankan, masyarakat harus melihat berapa besar pendapatan yang diterima setiap bulannya. Kemudian dipisahkan mana saja yang menjadi kewajiban, kebutuhan pokok, dan keinginan.
"Kita alokasikan dulu mana yang lebih penting. Setelah itu, pastikan kita juga menyisihkan untuk kebutuhan perencanaan keuangan seperti investasi, pensiunan, pendidikan, dan proteksi," paparnya.
Lalu, apabila untuk memenuhi kebutuhan pokok sudah harus berutang, bagaimana bisa memenuhi kebutuhan perencanaan ini?
Rudy menegaskan, salah satu kunci untuk dapat memenuhi hal tersebut adalah disiplin. Ini merupakan cara termudah agar terhindar dari kondisi pengeluaran yang lebih besar daripada pendapatan.
"Kita harus ubah kebiasaan dan singkatnya waktu kita terima pendapatan atau gaji sisihkan terlebih dahulu untuk tujuan kebutuhan finansial kita, misalnya untuk pensiun, investasi. Jadi jangan dikonsumsi dulu baru kita sisihkan untuk investasi atau untuk proteksi. Tapi sisihkan dulu untuk investasi, proteksi, atau kebutuhan darurat, baru sisanya dikonsumsi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News