Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Ahmad)
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Ahmad)

KPPIP Sokong Percepatan Proyek SPAM di Semarang Barat

Ekonomi infrastruktur air minum
24 Juni 2017 11:28
medcom.id, Jakarta: Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) mendorong percepatan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat di Jawa Tengah agar proses lelang sarana infrastruktur tersebut dapat dimulai pada Desember 2017.
 
Direktur Air dan Sanitasi KPPIP Henry BL Toruan menyebutkan saat ini Kajian Awal Prastudi Kelayakan Bisnis (OBC) proyek dengan nilai investasi Rp1,1 triliun itu sudah disusun.
 
OBC yang disusun PDAM Semarang sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama dibantu Badan Pendukung Pengembangan SPAM itu, akan dikaji untuk ditingkatkan kualitasnya sesuai dengan standar selama ini dipergunakan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Agar visible, bankable, dan sesuai aturan yang ada," kata Henry mengenai pentingnya kajian terhadap OBC atas proyek yang dibiayai melalui skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha) ini, dikutip dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Sabtu 24 Juni 2017.
 
Sambil mengkaji OBC, kata dia, KPPIP bersama Direktorat Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur dari Kementerian Keuangan akan membahas persiapan pemberian dukungan penyiapan proyek PDF SPAM Semarang Barat.
 
Henry mengharapkan Kementerian Keuangan segera memproses dukungan PDF, termasuk memberikan kepastian penunjukan PT Sarana Multi Infrastruktur atau bersama PT Indonesia Infrastructure Finance, agar pembuatan Final Bussiness Case (FBC) bisa dilakukan.
 
"Diharapkan setelah Lebaran di Juli, diusahakan untuk langsung proses pembuatan FBC dapat dimulai," tambahnya.
 
Henry memastikan KPPIP memiliki tugas untuk mengatasi masalah yang menghambat jalan proyek infrastruktur prioritas serta memantau perkembangan secara intensif agar kelangsungan proyek tersebut tetap berjalan, termasuk untuk SPAM Semarang Barat ini.
 
"Juga mengevaluasi dan mengkaji antisipasi permasalahan yang akan dihadapi. Kemudian mendesain solusi alternatif bila pada kemudian hari muncul masalah," ujarnya.
 
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Etty Laksmiwati mengatakan setidaknya terdapat empat agenda utama yang akan dilakukan terkait penyiapan proyek SPAM Semarang Barat. Pertama, pembentukan tim KPBU. Kedua, penetapan lokasi dan pengadaan lahan. Ketiga, penyusunan AMDAL, dan terakhir, penyusunan OBC.
 
"Draf OBC sudah kami kirim ke KPPIP menunggu dikaji, tinggal diproses pembebasan lahan, karena seluruh lahan yang luasnya 7,4 hektare akan didanai oleh APBD Kota Semarang," kata Etty.
 
Menurut rencana, proyek SPAM Semarang Barat mempunyai dua manfaat bagi Kota Semarang, yaitu untuk memasok kebutuhan air minum dan mengurangi risiko kerusakan lingkungan, terutama penurunan permukaan tanah disebabkan eksploitasi sumur dalam.
 
Saat ini, penurunan permukaan muka tanah di Semarang mencapai kisaran antara 8-10 cm per tahun. Pasokan air baku SPAM Semarang Barat akan mengambil dari Waduk Jatibarang yang telah tersedia sejak pengisiannya pada 2014.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif