NEWSTICKER
Maskapai pelat merah Garuda Indonesia. Foto: MI/Panca Syurkani
Maskapai pelat merah Garuda Indonesia. Foto: MI/Panca Syurkani

Nama Jonan dan Susi Belum Masuk Seleksi Dirut Garuda

Ekonomi susi pudjiastuti ignasius jonan
Desi Angriani • 11 Desember 2019 20:25
Jakarta: Ignasius Jonan dan Susi Pudjiastuti belum masuk daftar Tim Penilai Akhir (TPA) di Istana. Nama kedua mantan menteri Kabinet Kerja itu mencuat sebagai calon Direktur Utama Garuda Indonesia.
 
"Pak Jonan sama Bu Susi belum ada di proses TPA, jadi saya belum bisa komentar," kata Menteri BUMN Erick Thohir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019.
 
Erick menjelaskan masih ada waktu selama satu bulan untuk menentukan pucuk pimpinan maskapai pelat merah tersebut. Saat ini Garuda dinakhodai oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Garuda Fuad Rizal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Garuda kan sudah ada Plt nya, nanti kan rapatnya baru 20 Januari, mungkin nanti masih perlu waktu," ungkapnya.
 
Terkait pejabat yang terlibat dalam skandal penyelundupan sepeda motor Harley-Davidson, Erick menyebut beberapa direksi sudah dicopot dan diganti.
 
"Kan sekarang sudah berapa diganti, lima ya. Kan yang dua masih dalam posisinya," ungkapnya.
 
Ia pun menginginkan figur berintegritas untuk dapat menduduki kursi direktur utama dan direksi PT Garuda Indonesia. Sosok andal itu, diharapkan seperti mantan Menteri Keuangan Chatib Basri yang ditunjuk sebagai Wakil Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
 
"Bank Mandiri Alhamdulillah pak Chatib Basri yang bekas menteri keuangan bisa membantu bank Mandiri, supaya bisa juga bersaing di Asia Tenggara, tapi juga terus berkembang di Indonesia," pungkas dia.
 
Garuda Indonesia menjadi sorotan setelah penyelundupan Harley-Davidson dan dua sepeda lipat Brompton terbongkar. Kendaraan itu ditemukan di dalam pesawat baru Garuda Indonesia jenis Airbus A300-900 seri Neo dari Toulouse, Prancis, Sabtu, 16 November 2019.
 

Harga motor Harley itu berkisar Rp200 juta-Rp800 juta. Sementara itu, nilai Brompton berkisar antara Rp50 juta-Rp60 juta per unitnya. Total kerugian negara berkisar antara Rp532 juta-Rp1,5 miliar akibat kasus ini.
 
Ari diduga kuat pemiliki Harley ilegal ini. Direktur Keuangan (Dirkeu) Garuda Indonesia Fuad Rizal pun ditunjuk sebagai pelaksana tugas (plt) direktur utama menggantikan Ari.
 
Fuad tak tercatat dalam manifes pesawat Airbus A330-900 Neo yang membawa Harley dan Brompton selundupan. Dia bakal memegang kendali hingga rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) penentuan direktur utama definitif digelar.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif