Ilustrasi (MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)
Ilustrasi (MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

Satu Juta Ha Lahan Padi Ditargetkan Dilindungi Asuransi

Ekonomi pertanian asuransi pertanian
22 Mei 2019 12:02
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun ini menargetkan satu juta hektare lahan padi milik petani terlindungi lewat program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Hal itu sebagai upaya agar petani mendapatkan ganti rugi jika terjadi gagal panen.
 
"Tahun ini lahan padi (terasuransi) kami targetkan realisasinya satu juta hektare, mudah-mudahan bisa tercapai. Kalau tercapai 100 persen tahun ini, kami tingkatkan lagi targetnya menjadi dua kali lipat," kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 22 Mei 2019.
 
Sarwo Edhy menyebutkan realisasi AUTP pada 2018 sekitar 806.200 hektare dari target satu juta hektare (80,62 persen) dan di 2017 mencapai 997.961 hektare dari target satu juta hektare. Perkembangan AUTP 2019 sejauh ini mencapai realisasi luas lahan 76.702 hektare atau 7,67 persen dari target pemerintah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tahun ini Kementan mendapat pagu anggaran sebesar Rp144 miliar untuk AUTP. Adapun pelaksanaan asuransi pertanian, baik AUTP maupun Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) bekerja sama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).
 
AUTP menawarkan ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektare dengan masa pertanggungan sampai masa panen (empat bulan). Premi yang dibayarkan sebesar Rp180 ribu per hektare, namun petani hanya membayar Rp36 ribu per hektare dan sisanya Rp144 ribu ditanggung pemerintah.
 
Sarwo Edhy menyebutkan klaim kerugian petani di 2018 mencapai 12.194 hektare (1,51 persen) dan pada 2017 tercatat seluas 25.028 hektare. Umumnya klaim kerugian ini akibat banjir yang dialami petani. Sementara itu, Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) tahun ini menargetkan 120 ribu ekor. Realisasinya sejauh ini baru mencapai 7.553 ekor.
 
AUTS/K yang melindungi hewan ternak ini dikenakan premi sebesar Rp200 ribu per ekor per tahun. Peternak hanya membayar Rp40 ribu per ekor dan sisanya Rp160 ribu ditanggung pemerintah. "Ganti rugi yang dibayarkan sebesar Rp10 juta per ekor jika mati dan Rp7 juta per ekor jika hilang," kata Sarwo Edhy.
 
Saat ini Kementan telah membuka pendaftaran peserta asuransi melalui daring Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP) yang akan mempermudah petani untuk mengikuti program tersebut.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif