Illustrasi. Dok : MI.
Illustrasi. Dok : MI.

Perlu Upaya Berkelanjutan Selamatkan Neraca Perdagangan

Ekonomi neraca perdagangan indonesia
Media Indonesia • 19 Mei 2019 13:05
Jakarta: Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi mengungkapkan defisit neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD2,5 miliar pada April 2019 salah satunya dipicu oleh faktor musiman.
 
Pemicunya adalah defisit neraca minyak dan gas (Migas) karena pemerintah ingin memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk Ramadan dan Lebaran nanti.
 
"Dari sisi defisit neraca migas ini sepertinya ingin memenuhi pasokan selama Ramadan dan Lebaran nanti. Dikasih cukup signifikan naiknya, terutama dari pengguna darat selepas harga tiket maskapai udara yang memang sudah cukup tinggi," kata Fithra kepada Media Indonesia, Minggu, 19 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, lanjutnya, kinerja ekspor rata-rata memang mengalami penurunan sehingga harus ada upaya jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar defisit neraca perdagangan tidak kembali membengkak pada kuartal II mendatang.
 
Sebagai upaya jangka pendek, Fithra menyarankan pemerintah untuk melakukan intervensi pada subsidi BBM karena disparitas antara harga domestik dan harga di luar negeri turut memicu demand yang berlebihan.
 
"Memang harus diantisipasi atau dicarikan solusinya berupa harga BBM yang dibuat lebih dekat dengan harga internasional. Mungkin tidak dicabut (subsidi) sepenuhnya, mungkin secara gradual tapi setidaknya itu bisa menurunkan tekanan dari sisi defisit neraca migas," jelasnya.
 
Fithra menambahkan memotong regulasi yang berlebihan, dan mengawal kebijakan yang bisa menggenjot investasi baik di level pusat maupun di level daerah turut menjadi upaya jangka pendek memperbaiki defisit neraca perdagangan.
 
Sementara itu, meningkatkan ekspor dengan menguatkan industri menjadi upaya jangka menengah dan panjang yang harus dilakukan pemerintah.
 
"Kita memang harus menggenjot industri, menggiatkan kegiatan industri dengan secara bertahap mengurangi ongkos produksinya, dengan secara bertahap meningkatkan produktivitasnya," terangnya.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif