Presiden Jokowi, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Kepala Bekraf Triawan Munaf saat meresmikan pameran Karya Kreatif Indonesia 2019 (FOTO: Medcom.id/Husen Muftahudin)
Presiden Jokowi, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Kepala Bekraf Triawan Munaf saat meresmikan pameran Karya Kreatif Indonesia 2019 (FOTO: Medcom.id/Husen Muftahudin)

Jokowi Resmikan Karya Kreatif Indonesia 2019

Ekonomi industri kreatif ekonomi kreatif ekonomi indonesia
Husen Miftahudin • 12 Juli 2019 10:14
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut diresmikan Presiden bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.
 
Perry Warjiyo dalam sambutannya menjelaskan, pameran KKI 2019 menampilkan karya dan produk-produk unggulan dari pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan BI. Mulai dari kain, pakaian, kerajinan, hingga kuliner.
 
"Ini wujud komitmen Bapak Presiden terhadap pengembangan UMKM. Kita harus mengembangkan UMKM, tidak hanya untuk nasional tapi juga bisa menjangkau pemasarannya secara global dan digital," ujar Perry, dalam pembukaan pameran KKI 2019 di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari 898 UMKM binaan, bank sentral melalui kantor-kantor perwakilan di daerah berhasil meningkatkan 91 taraf dan bisnis UMKM dalam menjangkau pasar ekspor. Nilai ekspornya bahkan menembus Rp1,4 triliun selama transaksi setahun terakhir.
 
"Kita juga sudah menyambungkan UMKM tersebut ke platform-platform ecommerce. Ada lebih dari 355 UMKM binaan kita yang bahkan nilainya lebih dari Rp32 miliar yang sudah disambungkan ke dalam UMKM go digital," tutur dia.
 
Pameran KKI 2019 digelar di Exhibition Hall A, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat. Gelaran milik bank sentral itu dilaksanakan selama tiga hari, 12-14 Juli 2019. Pada pameran itu, Bank Indonesia berupaya mendorong pelaku UMKM mengembangkan kapasitas bisnis dan memperluas akses pasar.
 
Pengembangan kapasitas bisnis dan perluasan akses pasar dilakukan bank sentral dengan memfasilitasi business matching (temu bisnis) dan business coaching (konsultasi bisnis) pelaku UMKM agar bisa menembus pasar ekspor.
 
Business matching (temu bisnis) bertujuan untuk memberikan apresiasi dan menggalang komitmen dalam rangka pengembangan UMKM. Antara lain dengan memperluas kesempatan UMKM dalam mendapatkan akses pembiayaan, kerja sama dan komitmen pemasaran produk UMKM untuk ekspor melalui agregator, serta pemanfaatan e-commerce.
 
Dalam KKI 2019, BI memperluas kegiatan business coaching untuk menyediakan informasi dan konsultasi kepada UMKM maupun calon pelaku bisnis mengenai persyaratan yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis melalui kegiatan ekspor, termasuk kemudahan bagi pelaku UMKM, serta mempertemukan UMKM dengan e-commerce dalam rangka perluasan akses pasar.
 
Rangkaian acara KKI 2019 terdiri dari pameran busana dari desainer nasional dan lokal yang menggunakan kain olahan dari UMKM binaan BI. Ada juga parade kain nusantara, diskusi bisnis antara UMKM dengan lembaga pendukung seperti marketplace, eksportir, agregator, importir dan potential buyer.
 
Selain itu juga akan digelar talkshow dengan tema UMKM menembus pasar internasional hingga workshop, lomba, dan demo masak. Talkshow pemanfaatan platform digital untuk memperluas UMKM juga digelar untuk memfasilitasi pelaku usaha yang ingin mengembangkan diri.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif