NEWSTICKER
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Kemenko Perekonomian)

Pemerintah Cari Solusi Permanen Skema Tarif Industri Penerbangan

Ekonomi bisnis maskapai pesawat penerbangan
Antara • 10 Agustus 2019 11:02
Jakarta: Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian sedang mencari solusi mengenai skema tarif di industri penerbangan. Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi polemik mengenai kenaikan atau penurunan tiket pesawat di masa-masa yang akan datang.
 
"Intinya adalah kita mencari solusi yang menyeluruh. Kan yang penerbangan murah itu hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Itu untuk sementara saja," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 10 Agustus 2019.
 
Penerbangan murah dimaksud merupakan skema diskon untuk penerbangan berbiaya hemat (LCC). Skema tersebut berlaku di hari-hari tertentu, yakni Selasa, Kamis dan Sabtu pada pukul 10.00 sampai pukul 14.00, dengan maskapai LCC harus memberikan potongan harga sebesar 50 persen dari tarif batas atas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, kata Darmin, Kemenko Perekonomian bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih terus memantau pelaksanaan diskon tarif 50 persen oleh maskapai pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Pemerintah ingin melihat bagaimana dampak dari kebijakan tersebut.
 
"Sekarang masih efektif. Tentunya perhubungan (Kemenhub) punya jejak rekamnya," ucapnya.
 
Secara terpisah, Menteri Perhubungan Budi (Menhub) Karya Sumadi mengharapkan adanya ekulibrium baru harga tiket pesawat setelah polemik adanya kenaikan serta penurunan tiket sejak akhir 2018. Ia menjelaskan pemerintah telah menetapkan tarif batas atas dan tarif batas bawah yang dinilai akan menciptakan ekulibrium baru serta lebih maju dari negara lain.
 
"Mekanisme pentarifan lain negara berlaku hukum pasar, kita sudah maju dengan tetapkan tarif batas atas dan tarif batas bawah. Akan terjadi keseimbangan baik jika maskapai diperhatikan," kata Budi Karya.
 
Namun, lanjut dia, saat ini gejolak harga tiket pesawat masih dirasakan, karena itu pihaknya akan melakukan penelusuran terhadap struktur biaya operasional maskapai.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif