"Presiden kecewa terhadap langkah yang dilakukan PT Newmont karena dianggap merusak rasa keadilan bangsa Indonesia, itu bahasa presiden," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (24/7/2014).
Menurut CT, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menganggap Newmont tidak menghargai kebijakan Pemerintah Indonesia. Pasalnya, perusahaan ini bekerja di wilayah Indonesia dan tempat kelahiran nenek moyang Indonesia.
"Seperti itu bahasa exactly Presiden mengungkapkan kekecewaannya," kata dia.
Karena itu, tambah CT, SBY memutuskan bakal menghadapi perusahaan Amerika Serikat itu di Arbitrase Internasional.
"Sudah ditandatangani Keppres untuk mencari lawyer terbaik agar Indonesia menang," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News