Direktur Utama BTN Maryono (MI/ATET DWI PRAMADIA)
Direktur Utama BTN Maryono (MI/ATET DWI PRAMADIA)

Bank BUMN Minta Pengaturan Suku Bunga Deposito

Ekonomi bumn perbankan atm himbara kementerian bumn
16 Januari 2019 10:11
Jakarta: Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan suku bunga deposito. Hal itu dianggap penting agar tidak terjadi perlombaan kenaikan suku bunga yang tidak kondusif di tengah pengetatan likuditas.
 
"Kalau tidak diatur, pengetatan likuiditas akan meningkat dan hal itu tidak bisa memberikan suasana kondusif dan stabil untuk suku bunga," kata Ketua Himbara yang juga Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu, 16 Januari 2019.
 
Maryono meminta pengaturan suku bunga deposito itu agar dirancang fleksibel dan memerhatikan kepentingan seluruh kelompok bank dari Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I hingga BUKU IV. Menurut peraturan Bank Indonesia, usaha perbankan konvensional dikelompokkan menjadi empat kelas BUKU.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BUKU 1 adalah bank dengan modal inti kurang dari Rp1 triliun, BUKU 2 adalah bank dengan modal inti antara Rp1 triliun hingga Rp5 triliun, BUKU 3 adalah bank dengan modal inti antara Rp5 triliun sampai Rp30 triliun, dan BUKU 4 adalah bank dengan modal inti lebih dari Rp30 triliun.
 
"Kami butuh aturan di mana aturan itu harus lebih fleksibel. Jadi tidak mengurangi ruang pasar. Bagaimana aturan itu fleksibel dan tidak kaku," kata dia.
 
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Edy Susetyo menilai kesenjangan likuiditas antarbank bermodal kecil di segmen BUKU I hingga bank bermodal besar di BUKU IV masih terjadi. Oleh karena itu, perlu dikaji kembali aturan mengenai likuditas yang berdasarkan pembagian kategori bank.
 
Hal itu juga karena jika terjadi pengetatan likuiditas, bank kecil akan sangat terkena dampak. "Kalau pengaturan dilakukan regulator segala macam akan dibaca pasar menjadi lain. Tapi saya setuju ada kerangka yang berbeda dari bank BUKU I hingga BUKU IV," tutur dia.
 
OJK sebelumnya pernah mengeluarkan kebijakan supervisi untuk penetapan batas atas bunga deposito pada Maret 2016. Dalam kebijakan supervisi itu, bank bermodal inti Rp5 triliun-Rp30 triliun atau BUKU III diatur dalam batas atas (caping) bunga deposito sebesar 100 poin di atas suku bunga acuan BI, sedangkan bank BUKU IV atau yang bermodal inti di atas Rp30 triliun ditetapkan sebesar 75 poin di atas suku bunga acuan BI.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif