Namun demikian, Direktur Utama (Dirut) Elvyn G Masassya hanya memastikan satu anak usaha yang melantai di bursa untuk tahun ini, yakni PT JAI. Sejauh ini, prosesnya sudah mengundang financial advisor.
"Kita juga sudah menghitung, sudah menyiapkan aspek-aspek administrasi. Setelah ini beres kita akan register ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seterusnya, setelah itu kemudian listing," ujar Evelyn, dalam media gathering di Hotel Hilton, Jalan HOS Tjokroaminoto, Bandung, Jumat 3 Februari.
Penawaran saham perdana yang dilakukan untuk JAI diharapkan mampu menambah dana perseoan sebanyak Rp2 triliun hingga Rp2,5 triliun. Saham yang dilepas ke pasar pun sebesar 30 persen.
"(Underwriter/penjamin emisi) tentu nanti akan kita tunjuk, financial advisor-nya sudah ada. Kalau kita sudah daftarkan (ke OJK), kita harus memilih siapa yang akan (jadi) underwriter, itu next step," paparnya.
Menurutnya, underwriter yang akan dipilih adalah yang besar, baik dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun dari pihak swasta. "Kita proyeksikan (IPO JAI) paling lambat di Oktober 2017," tegasnya.
Sementara untuk IKT dan PTP diusahakan juga akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Namun tahun ini Elvyn hanya fokus untuk melakukan IPO JAI. "(IPO IKT dan PTP) kalau tidak 2017 ya 2018. Sekarang kan kita harus fokus, juga harus melihat market, timing dan seterusnya. Yang bisa kita pastikan sekaran secara serius kita siapkan adalah JAI," tegas Elvyn.
Rencana IPO ketiga anak usaha itu diharapkan mampu menambah modal sebanyak Rp4 triliun hingga Rp5 triliun. Ketiga anak perusahaan Pelindo II itu juga masing-masing akan dilepas sebesar 30 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News