Seksinya Pasar Apartemen di Mata Generasi Milenial
Generasi milenial cenderung lebih senang tinggal di hunian vertikal karena praktis (Foto:Shutterstock)
medcom.id, Jakarta: Generasi milenial cenderung lebih senang tinggal di hunian vertikal karena praktis. Perubahan pola hunian dari rumah tapak ke bangunan bertingkat ini menguntungkan para pengembang.

"Untuk itu, apartemen harus berada di lokasi strategis, sehingga mendukung mobilitas generasi milenial yang tinggi. Bandingkan dengan perumahan, harga terjangkau tapi jauh dari pusat kota,” kata Marketing Director Green Pramuka City Jeffry Yamin.

Menariknya, generasi milenial ternyata tidak memikirkan lagi bahwa mereka butuh kendaraan pribadi seperti mobil untuk mendukung aktivitas. Selain karena tempat tinggalnya dekat tempat yang dikunjungi secara reguler, kaum milenial beralih ke transportasi publik untuk menghemat biaya.

Tidak heran jika banyak apartemen, terutama di kawasan strategis, menawarkan kemudahan akses untuk penghuninya.

Hal lain yang juga 'menguntungkan' bagi pengembang adalah kemacetan arus lalu lintas di Jakarta. Akibat kemacetan yang terjadi setiap hari, masyarakat cenderung memilih tinggal di apartemen yang berada di tengah kota agar lebih mudah berangkat ke tempat aktivitas.
 
“Bayangkan berapa banyak waktu yang harus dihabiskan pengendara mobil di Jakarta akibat terjebak macet. Belum lagi kerepotan lain akibat mencari parkir. Itu sebabnya hunian vertikal di pusat-pusat bisnis menjadi incaran,” tutur Jeffry.

Salah satu apartemen yang potensial dijadikan hunian maupun untuk berinvestasi adalah Green Pramuka City, karena dibangun di posisi strategis yang mudah dijangkau menggunakan kendaraan massal komuter seperti KRL, Trans Jakarta, atau bus pengumpan (feeder). Selain itu, disediakan pula shelter bus Damri khusus bandara hingga pool layanan kendaraan online yang memudahkan penghuni menggunakan transportasi publik.

"Itulah sebabnya lokasi apartemen akan berhubungan erat dengan kepentingan seseorang. Di luar pertumbuhan nilai investasi, pemilihan lokasi apartemen dipertimbangkan yang paling dekat dengan kantor atau kampus,” tuturnya.

Hal tersebut terjadi karena generasi milenial lebih senang tinggal di pusat kota, tempat mereka beraktivitas, bekerja, menikmati hidup dengan bersosialisasi bersama komunitasnya, sekaligus mudah meninggalkan huniannya tanpa rasa khawatir untuk berwisata.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, konsep one stop living hunian vertikal yang modern, sekaligus lengkap menjadi tuntutan para generasi milenial yang menuntut kemudahan dan kenyamanan sebuah kawasan hunian.

Selain itu yang paling penting, milenial merupakan generasi haus teknologi. Mereka terbiasa hidup praktis sehingga tak bisa jauh dari gawai dan sambungan internet. Apartemen di pusat kota yang dilengkapi infrastruktur teknologi akan menjadi pilihan mereka.

“Tantangan bagi pengembang hunian vertikal tentu saja harus mampu memenuhi tuntutan generasi milenial yang akan menjadi pangsa pasar properti saat ini. Jika hal ini mampu dipenuhi maka pasar apartemen akan tetap seksi,” kata Jeffry.



(ROS)