Menteri Amran di depan petani kakao di Mamuju----MTVN/M. Rodhi Aulia
Menteri Amran di depan petani kakao di Mamuju----MTVN/M. Rodhi Aulia

Mentan Tagih Petani Cokelat Mamuju Soal Produksi

Ekonomi kakao
M Rodhi Aulia • 15 Februari 2016 11:38
medcom.id, Mamuju: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau pabrik cokelat atau Unit Pengolahan Hasil Kakao Kelompok Tani Tajang Pammase, Desa Pamulukang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Menteri Amran meminta petani meningkatkan produksi.
 
Permintaan itu disampaikan Amran karena Pemerintah Pusat sudah memberikan banyak bantuan kepada petani. Contohnya, bantuan berupa peralatan teknologi agar kakao setempat dapat diolah menjadi cokelat siap saji.
 
Amran menuturkan, semula anggaran untuk kakao tidak pernah ada lantaran dicoret DPR. Kemudian, pemerintah mencarikan anggaran dari pos lain dan Sulawesi Barat mendapatkan porsi terbesar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang, kami mau tagih bapak. Kenapa produksi tidak naik? Itu kami sulit jawab ke DPR. Bapak minta, tapi tidak tingkatkan," ungkap Amran.
 
Amran dengan nada tegas, meminta petani dapat meningkatkan produktivitasnya. Amran ingin melihat semangat petani dalam menjalankan tugasnya. Sebab, anggaran besar sudah digelontorkan. Dia bilang, dirinya tak segan mencabut anggaran jika target yang dicanangkan tak tercapai.
 
"(Petani) padi enggak capai target, saya cabut anggaran jadi nol. Saya lebih sadis dari eksekutor. Sudah 10 provinsi (yang saya cabut). Bapak (petani kakao) juga kalau turun, saya cabut juga anggarannya," imbuh Amran.
 
Menurut Amran, dana untuk kakao 2015 sebesar Rp1,2 triliun. Ke depannya, kata Amran, akan terus ditingkatkan. Sumber anggaran diambil dari pemotongan kegiatan seremonial Kementerian Pertanian.
 
Untuk itu, Amran kembali menegaskan, pabrik cokelat harus menguntungkan buruh tani. Pabrik harus berani membeli dengan harga mahal, agar petani bisa sejahtera. Amran mengancam memutus bantuan kepada pabrik, jika hasil evalusi sekira enam bulan ke depan tidak sesuai harapan.
 
"Kalau menghasilkan nanti kita tambah (anggarannya). Nanti ada anggaran lagi. Tapi (belum apa-apa)jangan banyak minta," tandas dia.
 
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh berjanji memenuhi harapan pemerintah pusat. Anwar siap memenuhi target penghasil kakao nomor 1 di dunia pada 2020 mendatang.
 
Anwar mengatakan sekira 72 persen kakao di Indonesia dihasilkan empat provinsi di Sulawesi. Termasuk propinsinya. Karena itu, Anwar meminta seluruh pemangku kebijakan terkait untuk bahu-membahu mewujudkan harapan besar tersebut.
 
"Kami akan jadi ujung tombak penghasil kakao nomor 1 di dunia. Semua Kadisbun harus bekerja. Jangan saling salahkan. Harus all out. Supaya bisa bersinergi. Kalau berhasil, menterinya datang lagi," ungkap Anwar.
 
(TII)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif