Industri Tekstil Indonesia Bisa Jago Tandang

Ilham wibowo 14 September 2018 22:51 WIB
industri tekstil
Industri Tekstil Indonesia Bisa Jago Tandang
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Bandung: Pemerintah memberikan dukungan penuh agar industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional bisa bersaing di pasar dunia. Diplomasi kerja sama membuka pasar baru terus dilakukan untuk mempermudah ekspansi orientasi produk ekspor.

"Pemerintah akan memberikan dukungan penuh, Presiden Jokowi perintahkan untuk memberikan apapun yang bisa dilakukan bagi perluasan industri, bagi investasi terutama yang berorientasi ekspor," ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dalam forum dialog bersama Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di Hotel Four Point Seraton, Bandung, Jumat, 14 September 2018.

Enggar menyampaikan, para pengusaha dalam negeri perlu yakin betul industri TPT Tanah Air punya prospek cerah di masa mendatang. Produk hasil kombinasi dan kemampuan, pengalaman serta ketersediaan bahan baku diyakini dapat meningkatkan daya saing di kancah dunia.

"Jangan pernah kita terganggu dengan pemikiran bahwa kita kalah dengan mereka (negara lain), bicara kemampuan experience dan bahan baku, kita punya semua untuk itu," ungkapnya.

Pelaku usaha juga bisa memanfaatkan peluang pasar baru hasil perundingan perdagangan internasional dengan negara peserta Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

RECP merupakan integrasi perjanjian dagang (Free Trade Agreement/FTA) antara The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dengan enam negara seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, Selandia Baru, dan Australia.

"Hampir 50 persen populasi dunia ada di sini (RCEP), itulah market kita yang luas, itulah pasar yang harus kita isi," bebernya.

Kawasan negara di Benua Afrika juga turut menjadi fokus diplomasi perdagangan dalam membuka pasar baru industri tekstil Tanah Air. Tiga negara di antaranya Tunisia, Maroko, dan Mozambik telah bersepakat untuk menerima pasokan produk TPT Indonesia dalam membuka keran ekspor.

"Tunisia, Maroko dan Mozambik dalam tahun ini bisa sebagai pintu gerbang untuk pergi (ekspor) ke Spanyol, Prancis dan juga negara Afrika lain," ujarnya.

Enggar menambahkan, para pengusaha yang berani melangkah ekspor juga bakal diajak untuk untuk langsung berunding dengan pasar internasional. Produk lokal diharapkan bisa berjaya di pasar dunia di masa mendatang.

"Saya akan ajak pada setiap kunjungan. Saya tidak mau hanya pembahasan perundingan, tapi lebih efektif kalau kami bawa delegasi bisnis dalam forum setelah itu ada one on one, ada bisnis matching," tandasnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id