Selama Lebaran

Kebutuhan Daging Sapi di Jabodetabek Capai 40 Ribu Ton

Ade Hapsari Lestarini 12 Juni 2018 16:49 WIB
daging sapi
Kebutuhan Daging Sapi di Jabodetabek Capai 40 Ribu Ton
Ilustrasi penjual daging sapi. (Foto: Antara/Alviansyah).
Jakarta: Kebutuhan daging untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi mencapai 40 ribu ton selama momentum Lebaran kali ini. Jumlah tersebut meningkat 100 persen dibandingkan momentum hari biasa.

"Untuk kebutuhan di Jabodetabek dan Banten diperkirakan sekitar 40 ribu ton. Angka ini meningkat dibandingkan hari biasa yang hanya sekitar 15 ribu ton," ujar Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 12 Juni 2018.

Ia menuturkan, meningkatnya jumlah kebutuhan berpotensi menyebabkan kenaikan harga di pasaran. Saat ini, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional dan swalayan di Jakarta tembus Rp130 ribu per kilogram (kg).

Effendi menilai penting bagi pemerintah untuk turun tangan menjaga stabilitas harga daging sapi. Termasuk PT Indoguna Utama yang gencar melakukan operasi pasar dalam rangka menekan harga pasar. Menurut dia, permintaan daging sapi dalam operasi pasar cukup tinggi. Sejak memulai operasi pasar pada hari ketiga Ramadan, pihaknya menggelontorkan satu hingga dua ton per hari.

"Kalau untuk operasi pasar, berapa pun kami turunkan ke lapangan selalu habis. Per hari saja kita habis satu sampai dua ton. Di daerah Banten bahkan permintaan sampai 10 ton per hari. Karena di sana dari Kapoldanya juga aktif gelar operasi pasar dan kita yang support dagingnya. Itu juga masih banyak yang minta. Hari ini dari Tangerang saja minta tambahan lima ton," imbuhnya.

Adapun di Jakarta, PT Indoguna Utama menggandeng PD Pasar Jaya dalam rangka menyediakan daging sapi di pasar-pasar tradisional. Operasi pasar ini bekerja sama dengan Kapolda Banten yang diadakan juga di seluruh kantor polisi Banten.

"Momentum Lebaran ini yang butuh daging sapi kebanyakan menengah ke bawah. Kami sebagai pengusaha menggelar operasi pasar seperti ini anggap lah seperti CSR. Kalau dari angka bisnis tentu kami rugi jual segitu," ungkapnya.





(AHL)