Menteri BUMN Resmikan Rumah Sakit Bertaraf Internasional di Tarakan
Suasana ketika Menteri BUMN Rini Soemarno melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Rumah Sakit Pertamedika Tarakan, Kalimantan Utara (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)
Tarakan: Perkembangan Holding Rumah Sakit Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus menunjukkan kemajuan. Hari ini, Menteri BUMN Rini Soemarno melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Rumah Sakit Pertamedika Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Dalam kesempatan itu, Rini mengatakan, Rumah Sakit Pertamedika Tarakan merupakan salah satu dari 81 anggota Holding Rumah Sakit BUMN. Rumah sakit ini akan menjadi rumah sakit bertaraf internasional dan menjadi rumah sakit rujukan untuk wilayah Kaltara.

"Rumah sakit ini akan menjadi rumah sakit rujukan bertaraf internasional yang betul-betul bisa memberikan pelayanan terbaik bagi Kaltara," kata Rini, usai groundbreaking RS Pertamedika Tarakan, Kalimantan Utara, Jakarta, Rabu, 9 Mei 2018.

Ia menjelaskan sebagai provinsi termuda, Kaltara mencatat pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di mana pada 2017 pertumbuhan ekonominya mencapai 6,6 persen. Selain itu, angka kemiskinan terus menurun menjadi enam persen dari semula 10 persen. Namun sayangnya belum diiringi dengan fasilitas kesehatan yang memadai.

Menurutnya banyak masyarakat yang justru berobat keluar negeri seperti ke Malaysia dan Jepang. Oleh karena itu, Holding Rumah Sakit BUMN dibentuk untuk menyeimbangkan fasilitas kesehatan di kota dan di daerah agar tidak terjadi kecemburuan sosial.

"Kami melihat karena pendapatan yang makin meningkat dan kebutuhan kesehatan untuk lebih sehat ataupun guna menangani yang sakit itu justru mereka banyak yang keluar, ke Penang atau ke rumah sakit sampai ke Jepang. Itu kami melihat, tapi kenapa begitu? Oh karena di sini memang belum ada rumah sakit yang mempunyai kualitas setaraf internasional," jelas Rini.

Untuk membangun Rumah Sakit Tarakan ini, Rini menyebutkan, anggaran yang dikeluarkan mencapai sebesar Rp250 miliar. Anggaran itu sebagian digunakan untuk kebutuhan pembangunan dan pengadaan alat kesehatan.

Sementara itu, Direktur Pertamedika Dany Amrul Ichdan menambahkan, pembangunan RS Pertamina Tarakan akan berlangsung selama 12 bulan dan dilakukan oleh Adhi Karya. Diharapkan kehadiran Rumah Sakit Pertamina Tarakan ini dapat bersinergi dengan rumah sakit pemerintah lainnya seperti RSUD pemprov dan RSUD kota.

"Tentunya dalam memberikan layanan kesehatan yang holistik optimal. Sehingga masyarakat tidak memerlukan berobat ke luar negeri," pungkas Dany.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id