NEWSTICKER
Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto : Antara/ Puspa Perwitasari
Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto : Antara/ Puspa Perwitasari

Erick Tak Soal Tudingan ke Ahok

Ekonomi ahok Pergantian Direksi BUMN Erick Thohir
Annisa ayu artanti • 22 Februari 2020 14:58
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tidak mempersoalkan tudingan koruptor yang dilayangkan kepada Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tudingan itu disampaikan oleh salah satu orator dalam aksi 212.
 
"Saya rasa era di Indonesia adalah demokrasi, ketika ada sebagian kelompok mengemukakan pendapat bahwa ada ketidakpuasan itu ya normal saja," kata Erick ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Sabtu, 22 Februari 2020.
 
Erick mengaku tidak mencium adanya dugaan korupsi di Pertamina. Kinerja Ahok sebagai pengawas serta jajaran direksi perusahaan migas pelat merah selama tiga bulan terakhir cukup memuaskan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tidak mau dikotomi komisaris dan direksi, di Pertamina tiga bulan terakhir saya rasa baik," ucapnya.
 
Ia menegaskan penempatan petinggi di tubuh perusahaan BUMN dilakukan dengan penuh pertimbangan dan kehati-hatian. Dengan kata lain, pihaknya tak sembarangan dalam menjatuhkan pilihan.
 
Erick juga terus memantau setiap perusahaan agar mencapai key performance indicator (KPI), termasuk Pertamina sebagai salah satu BUMN terbesar.
 
"Saya akan terus pastikan memantau KPI yang kami harapkan untuk Pertamina, ini yang saya yakin Bu Nicke (direktur utama Pertamina) dan jajarannya bisa lakukan, sama juga saya kemarin ketemu dengan Direksi BRI dan direksi sama," ujarnya.
 
Sebelumnya, orator 212 yang juga menjabat Direktur Indonesia Resources Studies (Iress) Marwan Batubara menuduh Ahok terlibat kasus korupsi.

 
"Supaya Anda sadar bahwa di samping kasus penistaan agama, sebetulnya Ahok itu punya 6-10 kasus korupsi lagi," kata Marwan.
 
Marwan menyebut kasus korupsi Ahok tidak terungkap karena dilindungi oleh orang-orang KPK seperti Agus Rahardjo, Basaria, Saut Situmorang. Menurutnya tiga orang tersebut merupakan pelindung konglomerat.
 
"Tapi bisa lolos, siapa yang meloloskan? Pimpinan KPK, siapa ketuanya? Agus Rahardjo, di sana ada yang namanya Basaria, Saut Situmorang, mereka ini adalah pelindung koruptor. Jangan sok suci. Mereka membela kok, padahal mereka untuk kasus konglomerat mereka melindungi konglomerat, termasuk melindungi Ahok," ucapnya.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif