Menteri Perkeretaapian Bangladesh Nurul Islam Sujon (kanan), Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) - - Foto: Medcom/ Suci Sedya
Menteri Perkeretaapian Bangladesh Nurul Islam Sujon (kanan), Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) - - Foto: Medcom/ Suci Sedya

Erick Thohir Bahas Ekspor Kereta Api dengan Menteri Bangladesh

Ekonomi ekspor indonesia-bangladesh
Suci Sedya Utami • 28 Februari 2020 11:52
Jakarta: Menteri Perkeretaapian Bangladesh Nurul Islam Sujon menyambangi kantor Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Keduanya membahas ekspor kereta penumpang ke Bangladesh.
 
Erick menyebut sejak 2005 Indonesia melalui PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA telah mengekspor kereta ke negara tersebut dengan nilai mencapai USD181,6 juta.
 
"Sekarang kita juga diberi kesempatan lagi untuk coba ikut tender 1.050 gerbong yang nilainya ratusan juga juga," kata Erick di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, ekspor kereta ke Bangladesh merupakan upaya Indonesia dalam mengembangkan industri kereta api dalam negeri.
 
Sementara itu, Nurul Islam mengatakan Indonesia merupakan rekan yang baik bagi Bangladesh selain memiliki kesamaan dari sisi mayoritas populasi muslim. Di segi bisnis, Indonesia dan Bangladesh juga bekerja sama terkait pengadaan kereta api.
 
"Lebih dari 500 passenger coaches dari Indonesi," tutur dia.
 
Sebelumnya INKA mencatat penjualan ekspor ke negara Bangladesh pada semester awal 2019 telah mencapai sekitar 50 gerbong kereta pesanan. Jumlah ini baru sebagian dari total pesanan yang mencapai 250 gerbong ke sana.

 
Kontrak Pengadaan 250 kereta penumpang untuk Bangladesh Railway merupakan hasil tender yang dimenangkan oleh INKA pada 2017 dengan nilai kontrak sebesar USD100,89 juta. Sebelumnya pada tahun 2016, INKA juga telah mengekspor sebanyak 150 kereta dengan nilai kontrak sebesar USD72,39 juta dan 50 kereta ke Bangladesh pada 2006 dengan nilai kontrak sebesar USD13,8 juta.
 
Sekitar 50 kereta tipe BG (broad gauge) telah dikirimkan pada Januari 2019 yang lalu dan INKA kembali mengirimkan lagi 200 kereta untuk Bangladesh Railway yang proses pengapalan batch pertama sebanyak 26 kereta telah dimulai 19 Juli 2019 melalui Terminal Jamrud II, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 26 kereta tersebut telah dikirimkan 24 Juli 2019.
 
Adapun perbedaan kereta antara kereta tipe BG dan kereta tipe MG terletak pada lebar track (track gauge) yang digunakan. Untuk kereta tipe BG digunakan pada track dengan lebar 1.676 mm sedangkan kereta tipe MG digunakan pada track dengan lebar 1.000 mm

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif