"Lestari profesi, lestari ikannya, lestari pendapatannya," kata Susi, saat diskusi kondisi laut bersama ATLI, nelayan, dan pengusaha tuna, di ruang kerjanya, di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (6/3/2015).
Menteri Susi pun mengajak pengusaha tuna yang tergabung dalam Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI) untuk dapat melestarikan profesi nelayan. Caranya, dengan mengatur jumlah tangkapan ikan.
"Lalu dengan cara mengatur menyeleksi alat tangkap yang tidak mendegradasi lingkungan. Pengusaha ikan saat ini tidak berbatas melakukan penangkapan ikan," tuturnya.
Susi pun sempat mempertanyakan kepada para pengusaha di bawah naungan ATLI, bagaimana cara mereka menangkap ikan. Apakah berkelanjutan atau akan habis dalam lima tahun.
"Mau untung sekarang? Atau habis dalam satu generasi? Jumlah nelayan pesisir dua juta. Apa mau jadi petani? Tanah saja sudah tidak ada. Mau tanam beton?" tukas Susi kepada ATLI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News