Bawang Putih. Foto : Shutterstock.
Bawang Putih. Foto : Shutterstock.

Setop Impor dari Tiongkok

Pemerintah Ambil Bawang Putih dari Negara Lain

Ekonomi Virus Korona Impor Bawang Putih
Desi Angriani • 04 Februari 2020 16:37
Jakarta: Pemerintah membuka alternatif impor dari negara lain untuk memasok kebutuhan bawang putih di Indonesia. Hal ini menyusul pemberhentian sementara impor pangan dari Tiongkok seiring penyebaran virus korona.
 
Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto mengatakan produksi bawang putih tertinggi selain Tiongkok yakni, India, Mesir, dan Iran. Negara-negara tersebut dapat menjadi alternatif pemerintah dalam impor bawang putih.
 
"Ada tempat lain yang memproduksi bawang putih seperti India, Mesir, dari Iran itu juga menghasilkan bawang putih," katanya di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, stok bawang putih dalam negeri mencapai 65 ribu ton hingga Februari 2020. Jumlah itu masih mencukupi kebutuhan konsumsi dan bahan baku industri hingga Maret nanti.
 
"Rata-rata kebutuhan konsumsi bawang putih secara nasional mencapai 47 ribu ton per bulan," ungkapnya.
 
Setelah stok habis, pemerintah akan menyuplai kebutuhan dari dalam negeri melalui petani lokal. Sejumlah wilayah di Indonesia mulai meningkatkan produksinya seperti Temanggung, Tegal, Brebes, Pasuruan, dan Malang.
 
"Kan ada pertanaman yang lokal," imbuh dia.
 
Ia pun membantah kenaikan harga bawang putih disebabkan oleh pembatasan impor dari Tiongkok. Kelangkaan bawang putih disebut karena faktor iklim dan terhambatnya distribusi. Bahkan, Kementan mengklaim belum ada industri yang mengeluh kekurangan stok bawang putih untuk bahan baku mereka.
 
"Belum ada keluhan dari pelaku industri," tegasnya.
 
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan stok bawang putih dalam negeri masih mencukupi. Keterbatasan stok akan dipenuhi oleh panen pada Maret nanti.
 
"Hitungan kita masih cukup sampai bulan ini, kemudian kita akan segera panen. Kalau ada kelangkaan kami coba cek siapa yang melangkakan itu apakah akan mau impor cepat," kata Yasin.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif