Ilustrasi - - Foto: Istimewa
Ilustrasi - - Foto: Istimewa

Domestik Lesu, Toto Indonesia Genjot Ekspor

Ekonomi ekspor industri keramik
Eko Nordiansyah • 07 Februari 2020 21:10
Jakarta: PT Surya Toto Indonesia (Toto) membidik perluasan pasar ekspor produk keramik sanitary. Pasalnya persaingan di dalam negeri semakin kompetitif di tengah rendahnya serapan lokal.
 
Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki), penurunan permintaan keramik sanitary terjadi sejak akhir 2017. Sebelumnya, produksi diserap pasar domestik sebesar 70 persen dan untuk ekspor sebesar 30 persen. Akan tetapi porsi serapan lokal saat ini hanya sebesar 55 persen dan sisanya ekspor.
 
Perlambatan sektor properti di Indonesia disebut sebagai penyebab menurunnya serapan keramik sanitary. Selain itu, pengembang properti dan juga konsumen masih menganggap kualitas sanitary impor lebih baik dibandingkan produksi dalam negeri, terutama untuk segmen menengah ke atas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pasar ekspor memang sangat menjanjikan. Namun, Toto tetap fokus memenuhi produk-produknya untuk pasar lokal. Hal ini dilakukan seiring dengan program pemerintah Indonesia yang tengah menggalakan program ekspor guna menekan defisit neraca perdagangan," kata Presiden Direktur Toto Hanafi Admadiredja dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020.
 
Tercatat penjualan ekspor Toto naik 3,13 persen menjadi Rp245,46 miliar di semester I 2019. Sementara penjualan domestiknya menurun 18,05 persen menjadi Rp744,27 miliar. Untuk itu, Toto menambah penjualan ekspor ke Tiongkok, Amerika Serikat, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan negara-negara Timur Tengah.
 
Meski demikian, Toto tetap berupaya memperbesar bisnisnya yang menyasar pasar menengah ke bawah di dalam negeri. Perusahaan yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1977 ini memandang produk segmen bawah banyak diserap oleh daerah Indonesia yang belum terjamah produk sanitary.
 
Ia menambahkan pasar dalam negeri hingga saat ini masih menjadi penopang penjualan. Jika dilihat dari komposisinya, memang ekspor masih 20 persen dari total produksi, Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok masih menjadi negara tujuan utama ekspor produk Toto.
 
"Beberapa negara lainnya juga memiliki pasar yang cukup potensial. Walaupun masih ada tantangan-tantangan yang harus dihadapi untuk ekspor, antara lain masih lesunya ekonomi global dan perang dagang antara AS dan Tiongkok yang masih terus berlangsung hingga saat ini," pungkasnya.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif