Logo MasterCard (FOTO: Reuters)
Logo MasterCard (FOTO: Reuters)

Mastercard Siap Jika Ditunjuk Pemerintah Sukseskan Program BPNT

Angga Bratadharma • 01 Maret 2017 19:10
medcom.id, Jakarta: Mastercard Indonesia menyatakan siap jika pemerintah meminta untuk mendukung program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Namun demikian, Mastercard Indonesia menekankan bahwa program tersebut bukan menjadi prioritas untuk dijadikan komoditas bisnis melainkan mendukung tingkat kesejahteraan.
 
Direktur Mastercard Indonesia Tommy Singgih mengatakan, selama Mastercard diminta pemerintah untuk mendukung program tersebut maka Mastercard siap menyiapkan sejumlah instrumen guna kesuksesan program dimaksud. Apabila tidak diminta maka Mastercard tidak mempermasalahkan.
 
"Dulu pernah bicara tapi di tahap awal. Ketika program Raskin. Tapi tergantung karena kami tidak kerja sendiri dan kembali lagi bahwa kami tunduk dengan Bank Indonesia (BI) sebagai regulator. Kalau diminta kami jalankan (program BPNT). Jika tidak maka kami berhenti," kata Tommy, di XXI Lounge, Plaza Senayan, Jakarta, Rabu 1 Maret 2017.
 
Tommy menilai, program BPNT merupakan program demi kepentingan banyak orang. Tentu harapannya program dimaksud benar-benar maksimal meningkatkan kesejahteraan termasuk memeratakan kesejahteraan bagi masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia tanpa terkecuali.

Akan tetapi, Tommy menegaskan, program BPNT bukan program yang dikejar oleh Mastercard mengingat pemerintah yang menjalankan program itu. Ia kembali menegaskan jika diminta maka Mastercard siap mendukung dengan menyiapkan teknologinya dan apabila tidak maka Mastercard akan mematuhinya.
 
"Prinsipnya kami diminta maka jalan dan kami siap dengan teknologi. Teknologinya Mastercard. Bukan kartu dan tidak harus berlogo Mastercard. Jika tidak ya tidak apa-apa," ujarnya.
 
Lebih lanjut, Tommy menambahkan, Mastercard akan mendukung penuh program tersebut berkaitan dengan financial inclusion. Melek keuangan bagi masyarakat sangat penting karena bisa berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan karena bisa mengakses industri jasa keuangan. Salah satu hal lain yang diharapkan maksimal adalah laku pandai.
 
"Tujuan financial inclusion maka masyarakat yang belum mengakses perbankan akan kita kembangkan bagaimana caranya itu bisa terjadi. Tapi sekali lagi itu kan pemerintah memutuskan. Kalau kami diikutkan ya kami ikut. Kalau financial inclusion dikembangkan salah satunya laku pandai kita dukung," tutupnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan