Ilustrasi BJB (Foto: Istimewa)
Ilustrasi BJB (Foto: Istimewa)

BJB Bidik Pertumbuhan Kredit 12% di 2018

Ekonomi suku bunga bjb
Dian Ihsan Siregar • 16 Februari 2018 11:04
Jakarta: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) memperkirakan kredit tumbuh sekitar 11-12 persen di 2018 ini. Bidikan kredit tersebut sama seperti yang terjadi pada 2017. Sepanjang tahun lalu, BJB menyalurkan kredit sebesar Rp70,7 triliun atau naik 12 persen dibandingkan dengan perolehan di 2016.
 
"Target kami kredit di kisaran 11-12 persen. Dan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga sekitar 11-12 persen," kata Direktur Utama BJB Ahmad Irfan, ditemui dalam acara Analyst Meeting Full Year 2017, di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018.
 
Ahmad Irfan tidak menjelaskan kenapa pertumbuhan kredit tidak tinggi. Untuk kredit di sektor konsumer, BJB membidik tumbuh di angka 10,5 persen dan kredit di sektor komersil tumbuh sebesar 14,3 persen. "Untuk sektor mikro, kredit ditargetkan tumbuh sekitar 29 persen," jelas dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sepanjang tahun ini, dia mengaku, perusahaan akan fokus untuk meningkatkan pertumbuhan anorganik. Dengan demikian, bisa mendorong pertumbuhan aset BJB pada tahun ini mencapai Rp108 triliun.
 
"Kami sebenarnya fokus untuk meningkatkan pertumbuhan anorganik, terutama tadi tetap dari asuransi, multifinance, dan sekuritas," tegas dia.
 
Adapun pada tahun lalu kontribusi terbesar kredit ‎masih berasal dari segmen kredit konsumer yang merupakan pilar pertama bisnis kredit BJB yang tumbuh sebesar 6,5 persen.
 
Akuisisi Bank
 
Lebih lanjut, Ahmad Irfan mengatakan, demi meningkatkan bisnis di masa mendatang, BJBR berencana mengakuisisi bank. Namun demikian, langkah akuisisi itu harus melihat situasi dan kondisi yang ada di sepanjang tahun ini.
 
"‎Kalau memungkinkan tahun ini ya kita lakukan (akuisisi bank)," Ahmad Irfan.
 
‎Meski berencana mengakuisisi, namun sayangnya Ahmad Irfan belum bisa menyebutkan secara detil terkait aksi tersebut. Ia masih harus melakukan sejumlah pertimbangan dengan harapan aksi korporasi yang nantinya dilakukan memang memberikan keuntungan maksimal bagi BJB.
 
"Masih kami lihat lah kondisi 2018," pungkas Ahmad Irfan.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif