Ilustrasi pelanggan akan mengisi Go-Pay. (FOTO: Medcom.id)
Ilustrasi pelanggan akan mengisi Go-Pay. (FOTO: Medcom.id)

Pengenaan Biaya Isi Ulang Go-Pay untuk Keseragaman

Ekonomi gojek go-pay
Eko Nordiansyah • 19 Maret 2018 09:36
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyebut pengenaan biaya isi ulang (top up) Go-Pay milik PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) untuk keseragaman. Selama ini bank-bank dinilai mengenakan biaya yang berbeda-beda.
 
Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan keputusan ini sesuai kesepakatan Go-Jek dengan bank yang telah bekerja sama. Maka dari itu diputuskan biaya yang dikenakan adalah Rp1.000 per transaksi.
 
"Selama ini biaya top up bervariasi, tergantung banknya. Agar memberikan kenyamanan kepada nasabah pengguna Gojek maka diseragamkan menjadi Rp1.000," kata dia kepada Medcom.id, di Jakarta, Senin, 19 Maret 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Isi Ulang Go-Pay di 7 Bank akan Kena Biaya Rp1.000
 
Berdasarkan keterangan resmi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), pengenaan biaya efektif per April 2018. Isi ulang Go-Pay melalui layanan e-Channel BNI dan Agen BNI46 akan dikenakan biaya administrasi.
 
Sementara itu dari laman resmi PT Bank Mandiri (Persero), biaya akan dikenakan mulai 1 Mei 2018. Sebelum 1 Mei 2018, untuk transaksi top up Go-Pay Customer tidak dikenakan biaya administrasi.
 
Adapun biaya administrasi akan didebet dari rekening tabungan yang sama yang digunakan Nasabah saat melakukan transaksi. Nasabah akan menerima nominal saldo Go-Pay sesuai nominal yang diisi pada saat transaksi atau tanpa dipotong Biaya Administrasi.
 
"Penetapan biaya administrasi Top Up Go-Pay Customer ini merupakan wujud upaya Go-Pay dalam mendukung sistem pembayaran di Indonesia, dan dalam rangka peningkatan sistem," tulis pengumuman Bank Mandiri.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif