CEO Intellecap Nisha Dutt. (FOTO: MTVN/Marcheilla Ariesta)
CEO Intellecap Nisha Dutt. (FOTO: MTVN/Marcheilla Ariesta)

Wawancara Khusus

Pembangunan Kewirausahaan Sosial jadi Fokus Utama Sankalp SEA 2017

Marcheilla Ariesta • 19 September 2017 17:37
medcom.id, Jakarta: Pemberdayaan perempuan, pertanian, ekonomi biru, inklusi keuangan, perawatan kesehatan dan energi menjadi enam prioritas utama yang akan dibahas dalam acara tahunan Sankalp South East Asia Summit 2017. Berfokus pada kewirausahaan sosial, acara yang disokong perusahaan India Intellecap ini menjadi ajang tahunan untuk pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang.
 
Asia Tenggara yang tengah menjadi perhatian ekonomi dunia dianggap menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor asing yang bergerak di kewirausahaan sosial. Pasalnya, negara-negara berkembang terkadang sering lupa dengan sektor sosial yang padahal bisa menguntungkan negeri tersebut.
 
CEO Intellecap yang juga ketua penyelenggara acara ini, Nisha Dutt, membeberkan kepada Metrotvnews.com, bahwa Sankalp adalah inisiatif untuk mengajak para investor bersama-sama menyelesaikan krisis yang seringkali terjadi di negara berkembang, seperti Indonesia.

"Insiatif ini bisa membawa kita semua bersama-sama, mulai dari pemerintah, investor, para penyokong dana, dan lainnya untuk bersama mencarikan solusi atas krisis di dunia, termasuk yang sering terjadi di negara-negara berkembang," ujarnya dalam wawancara khusus bersama Metrotvnews.com, di Hotel Bidakara, Selasa 19 September 2017.
 
Acara ini, ujar Nisha, dilakukan setiap tahun untuk menggalang dukungan bagi perusahaan-perusahaan yang bekerja di bidang sosial.
 
Setiap tahunnya Sankalp SEA 2017 juga memberikan penghargaan bagi perusahaan-perusahaan sosial yang dianggap berdampak tinggi di kawasan regional. Tahun ini, ada sepuluh perusahaan yang berasal dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.
 
Nisha membocorkan, ada tiga perusahaan dari Indonesia yang memenangkan penghargaan tersebut.
 
"Kami telah mengumpulkan lebih dari seribu pemain ekosistem untuk mendorong tindakan bersama bagi pengembangan kewirausahaan sosial, dan 250 startups telah berhasil kami kumpulkan. Dari jumlah tersebut, ada 30 startups yang menjadi finalis dari negara-negara di kawasan ini. Mereka mewakili delapan sektor inklusif," serunya.
 
Sudah tiga tahun acara seperti ini digelar, dan membangun ekosistem kewirausahaan sosial serta investasi berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Indonesia, kata Nisha, dipilih sebagai tempat acara karena merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk yang banyak.
 
Selain itu, banyak mitra yang selama ini mendukung acara ini. Nisha mengungkapkan ada lebih dari 50 investor, 40 mitra dan lebih dari 30 perusahaan sektor swasta yang bergabung.
 
"Saya berharap Sankalp Summit busa menjadi platform yang terus menciptakan pertumbuhan dalam kewirausahaan sosial di Asia Tenggara," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan